BELANTIK

GreenWave

Artikel

BUDIDAYA TERNAK DOMBA Bovidae

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:05 PM

1.  SEJARAH SINGKAT

 

Domba yang kita kenal sekarangmerupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenisdomba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatandan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovisvignei) yang berasal dari Asia.

 

2.  SENTRA PETERNAKAN

 

Di Indonesia sentra peternakandomba berada di daerah Aceh dan Sumatra Utara. Di Aceh pada tahun 1993 tercatatsekitar 106 ribu ekor domba, sementara di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekordomba yang diternakan. Lahan yang digunakan untuk berternak di daerah Acehberdasarkan data Puslit Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 jutahektar mulai dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utaraluas lahan yang digunakan sekitar 7 juta hektar.

 

3.  JENIS

 

Domba seperti halnya kambing,kerbau dan sapi, tergolong dalam family Bovidae. Kita mengenal beberapabangsa domba yang tersebar diseluruh dunia, seperti:

1) Domba Kampung adalah domba yang berasal dari Indonesia

2) Domba Priangan berasal dari Indonesia dan banyak terdapat didaerah Jawa barat

3) Domba Ekor Gemuk merupakan  domba  yang  berasal  dari  Indonesia  bagian timur

    seperti  Madura, Sulawesi dan Lombok.

4) Domba Garut  adalah  domba hasil  persilangan  segi   tiga  antara domba kampung,

    merino dan domba ekor gemuk dari AfrikaSelatan.

Di Indonesia, khususnya di Jawa,ada 2 bangsa domba yang terkenal, yakni domba ekor gemuk yang banyak terdapatdi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dan domba ekor tipis yang banyak terdapatdi Jawa Barat

 

4.  MANFAAT

 

Daging domba merupakan sumberprotein dan lemak hewani. Walaupun belum

memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaatlain dari berternak domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industritekstil.

 

 

 

 

5.  PERSYARATAN  LOKASI

 

Lokasi untuk peternakan dombasebaiknya berada di areal yang cukup luas, udaranya segar dan keadaansekelilingnya tenang, dekat dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air,jauh dari daerah pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatifdekat dari pusat pemasaran dan pakan ternak.

 

6.  PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

 

6.1.       Penyiapan Sarana dan Peralatan

 

1)   Perkandangan

 

Kandang harus kuat sehingga dapatdipakai dalam waktu yang lama, ukuran sesui dengan jumlah ternak, bersih,memperoleh sinar matahari pagi, ventilasi kandang harus cukup dan terletaklebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak kebanjiran. Atap kandangdiusahakan dari bahan yang ringan dan memiliki daya serap panas yang relatifkecil, misalnya dari atap rumbia.

Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya, yaitu:

a) Kandang induk / utama,  tempat domba digemukkan. Satu ekor domba butuh

               luas kandang 1 x 1 m.

           b) Kandang indukdan anaknya, tempat  induk  yang  sedangmenyusui anaknya

                selama 3bulan.  Seekor  induk domba memerlukan luas  1,5 x 1 m dan anak

                dombamemerlukan luas 0,75 x 1 m.

           c) Kandangpejantan, tempat domba jantan yang akan digunakan sebagai

               pemacakseluas 2 x 1,5 m/pemancak.

Di dalam kandang domba sebaiknyaterdapat tempat makan, palung makanan dan minuman, gudang makanan, tempatumbaran (tempat domba saat kandang dibersihkan) dan tempat kotoran/kompos.

Tipe dan model kandang padahakikatnya dapat dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:

a. Tipe kandang Panggung

Tipe kandang ini memiliki kolongyang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong digali dan dibuat lebihrendah daripada permukaan tanah sehingga kotoran dan air kencingnya tidakberceceran. Alas kandang terbuat dari kayu/bambu yang telah diawetkan, Tinggipanggung dari tanah dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan besar. Palungmakanan harus dibuat rapat, agar bahan makanan yang diberikan tidak tercecer keluar.

b. Tipe kandang Lemprak

Kandang tipe ini pada umumnyadigunakan untuk usaha ternak domba kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapidengan alas kayu, tetapi ternak beralasan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan.Kandang tidak dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang diletakkandiatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dapat hasil kotoran yangbanyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan.

 

 

6.2.       Penyiapan Bibit

 

Domba yang unggul adalah dombayang sehat dan tidak terserang oleh hama penyakit, berasal dari bangsa dombayang persentase kelahiran dan kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh danpersentase karkas yang baik. Dengan demikian keberhasilan usaha ternak dombatidak bisa dipisahkan dengan pemilihan induk/pejantan yang memiliki sifat-sifatyang baik.

 

1)   Pemilihan Bibit dan Calon Induk

 

a) Calon Induk: berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perutnormal, telinga kecil hingga sedang, bulu halus, roman muka baik dan memiliki nafsukawin besar dan ekor normal.

b) Calon Pejantan: berumur 1,5-2 tahun, sehat dan tidak cacat,badan normal dan keturunan dari induk yang melahirkan anak 2 ekor/lebih, tonjolantulang pada kaki besar dan mempunyai buah zakar yang sama besar sertakelaminnya dapat bereaksi, mempunyai gerakan yang lincah, roman muka baik dantingkat pertumbuhan relatif cepat.

 

2)   Reproduksi dan Perkawinan

 

Hal yang harus di ketahui olehpara peternak dalam pengelolaan reproduksi adalah pengaturan perkawinan yangterencana dan tepat waktu.

 

a) Dewasa Kelamin, yaitu saat ternak domba memasuki masa birahiyang pertama kali dan siap melaksanakan proses reproduksi. Fase ini dicapai padasaat domba berumur 6-8 bulan, baik pada yang jantan maupun yang betina.

b) Dewasa tubuh, yaitu masa domba jantan dan betina siap untuk dikawinkan.Masa ini dicapai pada umur 10-12 bulan pada betina dan 12 bulan pada jantan.Perkawinan akan berhasil apabila domba betina dalam keadaan birahi.

 

3)   Proses Kelahiran

 

Lama kebuntingan bagi dombaadalah 150 hari (5 bulan). Menjelang kelahiran anak domba, kandang harus bersihdan diberi alas yang kering. Bahan untuk alas kandang dapat berupa karunggoni/jerami kering. Obat yang perlu dipersiapkan adalah jodium untuk dioleskanpada bekas potongan tali pusar.

Induk domba yang akan melahirkandapat diketahui melalui perubahan fisik dan perilakunya sebagai berikut:

a. Keadaan perut menurun dan pinggul mengendur.

b. Buah susu membesar dan puting susu terisi penuh.

c. Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan dan lembab.

d. Ternak selalu gelisah dan nafsu makan berkurang.

e. Sering kencing.

Proses kelahiran berlangsung15-30 menit, jika 45 menit setelah ketuban pecah, anak domba belum lahir,kelahiran perlu dibantu. Anak domba yang baru lahir dibersihkan denganmenggunakan lap kering agar dapat bernafas. Biasanya induk domba akan menjilatianaknya hingga kering dan bersih.

 

6.3.       Pemeliharaan

 

1)   Sanitasi dan Tindakan Preventif

 

Sanitasi lingkungan dapatdilakukan dengan membersihkan kandang dan peralatan dari sarang serangga danhama. kandang terutama tempat pakan dan tempat minum dicuci dan dikeringkansetiap hari. Perlu dilakukan pembersihan rumput liar di sekitar kandang.Kandang ternak dibersihkan seminggu sekali.

 

2)   Pengontrolan Penyakit

 

Domba yang terserang penyakitdapat segera diobati dan dipisahkan dari yang sehat. Lakukan pencegahan denganmenyuntikan vaksinasi pada domba-domba yang sehat.

 

3)   Perawatan Ternak

 

Induk bunting diberi makanan yangbaik dan teratur, ruang gerak yang lapang dan dipisahkan dari domba lainnya.induk yang baru melahirkan diberi minum dan makanan hijauan yang telahdicampurkan dengan makanan penguat lainnya. Selain itu, induk domba harusdimandikan. Anak domba (Cempe) yang baru dilahirkan, dibersihkan dan diberimakanan yang terseleksi. Cempe yang disapih perlu diperhatikan. pakan yangberkualitas dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari. Perawatanternak dewasa meliputi:

 

a. Memandikan ternak secara rutin minimal seminggu sekali. dengancara disikat dan disabuni. pada pagi hari, kemudian dijemur dibawah sinar mataharipagi.

b. Mencukur Bulu

Pencukuran bulu domba dengan gunting biasa/cukur ini. Dilakukan minimal6 bulan sekali dan disisakan guntingan bulu setebal kira-kira 0,5 cm.Sebelumnya domba dimandikan sehingga bulu yang dihasilkan dapat dijadikan bahantekstil. Keempat kaki domba diikat agar tidak lari pada saat dicukur.Pencukuran dimulai dari bagian perut kedepan dan searah dengan punggung domba.

c. Merawat dan Memotong Kuku

Pemotongan kuku domba dipotong 4 bulan sekali dengan golok, pahat kayu,pisau rantan, pisau kuku atau gunting.

 

4)   Pemberian Pakan

 

Zat gizi makanan yang diperlukanoleh ternak domba dan mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup adalahkarbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Bahan pakan untuk dombapada umumnya digolongkan dalam 4 golongan sebagai berikut:

a. Golongan Rumput-rumputan, seperti rumput gajah, benggala,brachiaria, raja, meksiko dan rumput alam.

b. Golongan Kacang-kacangan, seperti daun lamtoro, turi, gamaldaun kacang tanah, daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra, gliricidia dan siratro.

c. Hasil Limbah Pertanian, seperti daun nangka, daun waru, daundadap, daun kembang sepatu, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon, daunketela rambat dan daun beringin.

d. Golongan Makanan Penguat (Konsentrat), seperti dedak, jagungkaring, garam dapur, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampas tahu, ampaskecap dan biji kapas.

 Pakan untuk domba berupa campuran dari keempatgolongan di atas yang disesuaikan dengan tingkatan umur. Adapun proporsi daricampuran tersebut adalah:

1  Ternak dewasa: rumput75%, daun 25%

2. Induk bunting: rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3 gelas

3. Induk menyusui: rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3 gelas

4. Anak sebelum disapih: rumput 50%, daun 50%

5. Anak lepas sapih: rumput 60%, daun 40% dan konsentrat 0,5–1gelas

Sedangkan dosis pemberian ransumuntuk pertumbuhan domba adalah sebagai berikut:

a. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=180 kg/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

b. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=340 kg/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

c. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=410 kg/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

d. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=110 kg/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

e. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=280 kg/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

f. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=440 kg/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

g. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=160 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

h. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=320 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

i. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=470 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

j. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=100 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

k. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

l. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=410 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

m.Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=60 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

n. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=180 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

o. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=340 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

p. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=50 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

q. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=110 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

r. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

s. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=40 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

t. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=280 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

u. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=440 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

 

5)   Pemberian Vaksinasi dan Obat

 

Pemberian vaksinasi dapatdilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi dapat dilakukan dengan menyuntikanobat kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba (cempe)bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasiyang biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum antianthrax, vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).

 

6)   Pemeliharaan Kandang

 

Pemeliharaan kandang meliputipembersihan kotoran domba menimal satu minggu sekali, membuang kotoran ketempat penampungan limbah, membersihkan lantai atau alas, penyemprotan danpengapuran kandang untuk disinfektan.

 

7.  HAMA DAN PENYAKIT

 

1)   PenyakitMencret

 

Penyebab: bakteri Escherichia coli yang menyerang anak dombaberusia 3 bulan. Pengobatan: antibiotika dan sulfa yang diberikan lewatmulut.

 

2)    Penyakit Radang Pusar

 

Penyebab: alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemaroleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan Actinomycesnecrophorus. Usia domba yang terserang biasanya cempe usia 2-7 hari. Gejala:terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba akankesakitan. Pengendalian: dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompresdengan larutan rivanol (Desinfektan).

 

3)    Penyakit Cacar Mulut

 

Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala:cempe yang terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasasakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendalian: dengan sulfaseperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.

 

4)    Penyakit Titani

 

Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yangdiserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu gelisah, timbulkejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan. Penyakit ini dapatdiobati dengan menyuntikan larutan Genconos calcicus dan Magnesium.

 

5)    Penyakit Radang Limoah

 

Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya, penularannyacepat dan dapat menular ke manusia. Penyebab: bakteri Bacillusanthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan duburkeluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetardan nafsu makan hilang. Pengendalian: dengan menyuntikan antibiotika Pracainpenncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg berat tubuh dombatertular.

6)    Penyakit Mulut dan kuku

 

Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba,dan yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku. Penyebab: virus danmenyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi lendir.Pengendalian: membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan menggunakanlarutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan denganmerendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.

 

7)    Penyakit Ngorok

 

Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makandomba berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semuausia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang terlihat lidahnyabengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lender berbuih dan sulittidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air minum atausuntikan.

 

     8) Penyakit perut Kembung

 

Penyebab: pemberian makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang masihdiselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar dan dapat menyebabkankematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur jadwal danjumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi Pengendalian: memberikan gulayang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat keatassampai gas keluar.

 

     9) Penyakit Parasit Cacing

 

Semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab:cacing Fasciola gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacinggelang), cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelaziarhodesii (Cacing mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazenyang diberikan lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazindengan dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.

 

     10) Penyakit Kudis

 

Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semuausia. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek dan menguranginilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa kutu yang bernama Psoroptesovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis. Gejala: tubuhdomba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya. Kudisdapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal ekor.Pengendalian: dengan mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka,menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05-0,1%.

 

 

    11) PenyakitDermatitis

 

Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulitbibit domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerangsemua usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut,kelopak mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radangkelenjar susu. Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur padaluka.

 

    12) Penyakit KelenjarSusu

 

Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui,sehingga air susu yang diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing dombainduk yang menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing dombabengkak, bila diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsumakan kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendalian: pemberianobatobatan antibiotika melalui air minum. Secara umum pengendalian danpencegahan penyakit yang terjadi pada domba dapat dilakukan dengan:

a) Menjaga kebersihan kandang, dan mengganti alas kandang.

b) Mengontrol anak domba (cempe) sesering mungkin.

c) Memberikan nutrisi dan makanan penguat yang mengandung mineral,kalsium dan mangannya.

d) Memberikan makanan sesuai jadwal dan jumlahnya, Hijauan pakanyang baru dipotong sebaiknya dilayukan lebih dahulu sebelum diberikan.

e) Menghindari pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yang terkontaminasisiput dan sebelum dibrikan sebainya dicuci dulu.

f) Sanitasi yang baik, sering memandikan domba dan mencukur bulu.

g) Tatalaksana kandang diatur dengan baik.

h) Melakukan vaksinasi dan pengobatan pada domba yang sakit.

 

8.  PANEN

 

8.1.       Hasil Utama

 

Hasil utama dari budidaya dombaadalah karkas (daging)

 

8.2.       Hasil Tambahan

 

Hasil tambahan dari budidayadomba adalah bulunya (wool) yang dapat di jadikan sebagai bahan tekstil.

 

8.3.       Pembersihan

 

Sebelum dipotong ternakdibersihkan dengan cara mencuci kaki domba dan menyemprotkan air diatas kepalaternak agar karkas yang dihasilkan tidak tercemar oleh bakteri dan kotoran.

 

9.  PASCAPANEN

 

9.1.       Stoving

 

Ada beberapa prinsip teknis yangharus diperhatikan dalam pemotongan domba agar diperoleh hasil pemotongan yangbaik, yaitu:

1) Ternak domba harus diistirahatkan sebelum pemotongan

2) Ternak domba harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lainyang dapat mencemari daging.

3) Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasasakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluarsecara tuntas.

4) Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangijumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.

 

9.2.       Pengulitan

 

Pengulitan pada domba yang telahdisembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agarkulit tidak rusak. Kulit domba dibersihkan dari daging, lemak, noda darah ataukotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuatdari kayu, kulit domba dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang palingbaik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45derajat.

 

9.3.       Pengeluaran Jeroan

 

Setelah domba dikuliti, isi perut(visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan caramenyayat karkas (daging) pada bagian perut domba.

 

9.4.       Pemotongan Karkas

 

Karkas dibelah menjadi dua bagianyaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkasdipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk danpunggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulangdan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidakcepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkasdipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaranjeroan.

 

10.              ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

 

10.1.Analisis Usaha Budidaya

 

Perkiraan analisis usaha dombaselama 136 hari di Bogor tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1) Biaya produksi

a. Lahan

- Sewa tanah 700 m2 (5 bulan) Rp. 100.000,-

b. Bibit

- Domba lepas sapih 100 [email protected] Rp.40.000,- Rp. 4.000.000,-

c. Bangunan dan peralatan

- Kandang ukuran 3,5 m x 18,75 m (2 buah) :

- Bambu 360 batang @ Rp. 2.000,- Rp. 720.000,-

- Papankayu panjang 2 m (352 buah) @ Rp. 2.000,- Rp. 704.000,-

- Paku reng 8 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 32.000,-

- Paku usuk 10 kg @ Rp. 2.500,- Rp. 25.000,-

- Genting 6.480 buah @ Rp. 200,- Rp. 1.296.000,-

- Tali 42 m @ Rp. 700,00 Rp. 29.400,-

- Base Camp + gudang ukuran 5 m x 6 m :

- Bambu 28 batang @ Rp.2.000,- Rp. 56.000,-

- Papan kayu panjang 2 m 60 buah @ Rp.1.800,- Rp. 108.000,-

- Paku reng 2 kg @ Rp.4.000,00 Rp. 8.000,-

- Paku usuk 3 kg @ Rp.2.500,00 Rp. 7.500,-

- Genting 1.200 buah @ Rp.200,- Rp. 240.000,-

- Tali 15 m @ Rp. 700,- Rp. 10.500,-

- Peralatan

- Tempatminum dia 25 cm(100 buah) @ Rp.2.500,- Rp. 250.000,-

- Sekop 2 buah @ Rp.12.500,- Rp. 25.000,-

- Emberplastik diameter 25 cm (3 bh) @ Rp.2.500,- Rp. 7.500,-

- Tong bak air (2 buah) @ Rp.35.000,- Rp. 70.000,-

- Ciduk (4 buah) @ Rp.1.500,- Rp. 6.000,-

d. Pakan

- Hijauan/rumput 34.000 kg @ Rp.500,- Rp. 17.000.000,-

- Konsentrat Rp. 2.450.000,-

- Dedak 1.780 kg @ Rp.600,- Rp. 1.068.000,-

- Bungkil kelapa 890 kg @ Rp.1.250,- Rp. 1.112.500,-

- Tepung jagung 534,1 kg @ Rp.900,- Rp. 480.690,-

- Bungkil kacang tanah 284,9 kg @ Rp.1800,- Rp. 512.820,-

- Garam dapur 35,598 kg @ Rp.500,- Rp. 17.800,-

- Tepung tulang 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-

- Kapur 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-

e. Tenaga kerja

- Tenaga kerja 112 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 784.000,-

- Tenaga kerja 15 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 105.000,-

- Tenaga kerja pemeliharaan selama 136 hari Rp. 884.000,-

f. Biaya tak terduga 10% Rp. 3.213.800,-

Total Modal Usaha Tani Rp. 35.351.710,-

2) Pendapatan

a. Nilai penjualan ternak100 x 95% x Rp.400.000,- Rp. 38.000.000,-

b. Nilai penjualan pupuk kandang Rp 250.000,-

Total Pendapatan (II) Rp. 38.250.000,-

c) Keuntungan usaha : (II - I) Rp. 2.898.290,-

4) Parameter kelayakn usaha

Total Pendapatan

a. B/C Ratio =  = 1,08

Total biaya produksi

 

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis

11.              DAFTAR PUSTAKA

 

a) Bambang agus murtidjo. 1993. Memelihara Domba, PenerbitKanisius, Yogyakarta.

b) Bambang Cahyono. 1998. Beternak Domba dan Kambing, PenerbitKanisius, Yogyakarta.

c) Bambang Sugeng. 1990. Beternak Domba. Penebar Swadaya, Jakarta,

d) Joko santoso dkk. 1991. Pengembangan Ternak Potong di Pedesaan (Prosiding),Fakultas Peternakan UNSOED. Purwokerto.

e) Warta pertanian No. 125/Th.X/1993, Peternakan, Jakarta, 1993.

 

12.              KONTAK HUBUNGAN

 

1) Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.SundaKelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

2) Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi BidangPendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl.M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +6221 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id Jakarta,Maret 2000 Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas Editor: Kemal Prihatman

 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments