BELANTIK

GreenWave

Artikel

BUDIDAYA KAMBING

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:00 PM

Ternak kambing sudahlama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atautabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi  (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya)relatif mudah. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternakkambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

 

BIBIT

Pemilihan bibit harusdisesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah.

(misalnya: kambingkacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secaraumum ciri bibit yang baik adalah:

berbadan sehat, tidakcacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. 

 

Ciri untuk calon induk :

1)      Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pingganglurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.

2)      Jinak dan sorot matanya ramah.

3)      Kaki lurus dan tumit tinggi.

4)      Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atasdan bawah rata.

5)      Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yangmuda.

6)      Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

 

Ciri untuk calon pejantan :

1)      Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar danlebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido(nafsu kawin) tinggi.

2)      Kaki lurus dan kuat.

3)      Dari keturunan kembar.

4)      Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

 

PAKAN KAMBING

 

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisiternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin danmineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudahdiperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenisrumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkilkelapa, vitamin dan mineral).

 

Cara pemberiannya :

Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dariberat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari,dan garam berjodium secukupnya.

Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantanyang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubursebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.

 

Kandang Kambing

 

Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :

Kandang beranak          : 120 cm x 120 cm/ekor

Kandang induk             :100 cm x 125 cm /ekor

Kandang anak              :100 cm x 125 cm /ekor

Kandang pejantan        : 110 cm x 125 cm /ekor

Kandang dara/dewasa   : 100 cm x 125 cm /ekor

 

Hal-hal yang perludiperhatikan :

-     Lokasi kandang terpisah dari rumah.

-     Kerangka kandang kuat menahan beban.

-     Ada ventilasi, tempat pakan, tempat pelayuan hjauan, penampungankotoran.

-     Tidak terkena terpaan angin langsung.

-     Usahakan sinar matahari pagi masuk.

-     Lantai kandang dapat dilewati kotoran (ada celah lubang ± 1 jari).

 

Pengelolaan reproduksi

 

Diusahakan agar kambingbisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun. Hal-hal yang harus diperhatikanadalah :

a.      Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dansebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 -60 kg.

b.      Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21hari.

c.     Tanda-tanda birahi :gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing,kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.

d.    Ratio jantan dan betina= 1 : 10

Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah:

·         Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).

·         Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

 

Penyakit Kambing(Scabies)

 

 

Penyebab       :    parasit kulit (kutu dan tungau)

Gejala            :    kulit berkerak, kaku, tebal, bulu rontok,menggesekkan bagian tubuh yang sakit

Pencegahan    :    kebersihandijaga, pisahkan ternak yang sakit, sucihama kandang dengan kapur/deterjen.

Penanganan Medis    :disuntik invomex (rekomendasi petugas setempat/sesuai dosis)

Alternatifpengobatan:campuran oli bekas dan belerang (60%:25%) digosokkan pada bagianyang sakit 3 hari sekali. (kambing dimandikan dulu)

 (diolah dari berbagaisumber)


Sistem Tiga Strata

Sistem Tiga Strata (STS)        adalah tata cara penanaman dan pemangkasan rumput, leguminosa(polong-polongan), semak dan pohon sehingga hijauan pakan ternak dapat tersediasepanjang tahun. Tiga strata berarti ada tiga strata (tiga tingkatan) yang“terlibat” dalam sistem itu .

Strata III

adalah jajaran pepohonan yang daunnya dapat diandalkan pada musim kering, ketika rumput sudah mengering dan semak – semak tidak mencukupi lagi. Pasokan hijauan dari pepohonan ini diharapkan dapat diandalkan sampai musim hujan tiba.

Strata II

adalah tanaman semak – semak yang dapat dipanen pada pertengahan musim kering. Pada saat ini produksi rumput dan leguminosa mulai berkurang.

Strata I

adalah hijauan pakan ternak berupa rumput dan leguminosa yang dapat dipanen di musim hujan.

 


 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments