BELANTIK

GreenWave

Artikel

PEMELIHARAAN SAPI

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:55 PM

Keberhasilan pemeliharaansapi sangat tergantung pada kualitas sapi bakalan. Memilih sapi bakalan untukindukan berbeda dengan memilih sapi untuk sapi potong. Untuk dapat memilih sapibakalan yang baik memerlukan ketrampilan dan pengalaman.

Ciri-ciri sapi bakalan untukindukan yang baik :

Ø  Bokong simetris, ambing simetris berputingdua

Ø  Kaki kekar dan kuat

Ø  Bulu mengkilat dan kulit lentur bila dicubit

Ø  Pinggul lebar, mata cerah, dadadalam dan lebar

Ø  Pakan ( Ransum )

Pemeliharaan sapi indukan mencakup Pakan (ransum) baik Hijauan Makanan Ternak (HMT) dankonsentrat yang cukup. Untuk hijauan makanan ternak dalam satu harinya memerlukan10 % dari berat badan sapi yang diberikan pagi dan sore dengan waktu yang sudah ditentukan. Hijauan makanan ternak bisa di ganti dengan jerami fermentasi yangtelah di tingkatkan kandungan gizinya. Sedangkan kebutuhan konsentrat untuksatu hari di perlukan 1-2 % dari bobot sapi yang di berikan satu sampai dua jamsebelum di beri hijauan makanan ternak. Konsentrat ini bisa dibuat sendiri daribahan baku berupa limbah hasil pertanian yang terdiri dari kulit kopifermentasi, janggel jagung fermentasi, katul, onggok, bungkil kopra dan bahan lainyayang ada di sekitarnya.

 

Ø  Minum

Air atau minuman padaternak sapi sangat di perlukan. Air minum harus selalu tersedia sepanjang harisehingga sewaktu-waktu sapi memerlukan ada. Untuk menjaga kesehatan sapi perludi beri nutrisi yaitu VIT-TOP 20 cc per hari. VIT-TOP dapat di buat sendirioleh peternak dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkunganya.

 

Reprodruksi( Perkembangbiakan )

Memelihara sapi untukdihasilkan anakanya dalam peternakan di kenal istilah Pengembangan Bibit Sapisecara swadaya di masyarakat. Dalam peternakan dikenal istilah dewasa kelamindan dewasa tubuh. Dewasa kelamin adalah suatu keadaan dimana alat reproduksi/alat kelamin ternak mulai berfungsi, walaupun kondisi tubuh belum siap buntingatau melahirkan. Sedangkan dewasa tubuh adalah keadaan sapi yang siap buntingdan melahirkan. Sapi betina mencapai tahap dewasa kelamin pada umur 9 bulan danmencapai dewasa tubuh pada umur 15 bulan. Pada umur 18-22 bulan sapi betinasiap dikawinkan dan akan melahirkan keturunan pertamanya pada umur 2,5-3 tahun.Sedangkan sapi jantan mulai dewasa kelamin pada umur 6-12 bulan dan siap dikawinkan setelah umur 15 bulan.

 

Dalam perkawinan sapiyang harus di perhatikan adalah tanda-tanda birahi, lamanya masa birahi,tanda-tanda sapi bunting dan cara mengawinkanya. Sapi birahi dapat diketahuitanda-tandaya dari perilaku dan perubahan fisik alat kelaminya. Sapi yangsedang birahi selalu gelisah, ribut, sering melenguh, berupaya menaiki sapilain terkadang nafsu makanya menurun, alat kelamin sapi birahi biasanyamembengkak kemerah-merahan dan bila di pegang terasa hangat ( A3 ). Masa birahiberlangsung selama kurang lebih 36 jam dan berulang 17-24 hari sekali ataurata-rata 21 hari sekali

 

Dalam mengawinkan sapidapat dilakukan dengan dua cara, perkawinan secara alami dengan memanfaatkansapi jantan dan perkawinan buatan yaitu dengan perlakuan  Inseminasi Buatan (IB) dilakukan denganmemasukan semen/ air mani sapi jantan ke dalam saluran reproduksi sapi betinadengan bantuan alat dan hanya di lakukan petugas Inseminator. Saat terbaikmengawinkan sapi adalah pada pertengahan masa birahi sekitar 15–20 jam sejaksapi menunjukan tanda-tanda birahi. Bila masa birahi pagi hari sapi dikawinkandiatas jam 12.00.

 

Apabila sapi yangtelah di kawinkan masih terlihat tanda-tanda birahi pada periode berikutnyamaka harus dikawinkan lagi. Sapi yang telah tiga kali di kawinkan dalam tigakali periode masa birahi secara berturut-turut tidak bunting maka harus dicurigai kemungkinan sapi mandul. Sapi yang bunting dapat dilihat dari perubahanfisik, khususnya bagian perut dan perilakunya. Sapi yang bunting rongga perut sebelah kanan lebihbesar dan badannya lebih berat. Perkembangan ini lebih cepat pada sapi yangbaru pertama kali bunting. Perilaku sapi menjadi tenang setelah melaluipertengahan masa kebuntingan dan setelah melahirkan anaknya. Lama kebuntingansapi adalah 280-285 hari.

 

Pemeliharaan anakan Sapi

Setelah umur kebuntinganmemasuki 280 hari masuklah pada proses kelahiran dengan tanda-tanda sapigelisah dan dari alat kelaminya keluar lendir putih dan biasanya kaki depan diikuti kepala akan keluar lebih dahulu dan diikuti keluarnya semua bagian tubuhdari pedet (anakan sapi) proses ini secara normal. Apabila terjadi kelainandiantaranya sung-sang dan kondisi induk kurang sehat perlu mendapatkan bantuandari petugas/ mantri ternak untuk mendapatkan pertolongan persalinan.

 

Pemeliharaan pedet secaraalami adalah pemeliharaan dengan cara membiarkan pedet bersama-sama induknyamenyusu sekehendak pedet tanpa ada pembatasan. Pedet bersama induknya sampai disapih yakni pada saat pedet tersebut berumur 6-9 bulan. Dengan pemeliharaanalami ini biasanya pedet tumbuh lebih kuat dan cepat daripada dengan cara lain.

 

Pemeliharaan buatan adalahcara yang dilakukan oleh peternak dengan tidak menyusukan pada induknya,biasanya dilakukan pada sapi perah dengan cara pedet menerima kulustrum dariinduknya selam 3-4 hari sesudah itu pedet di beri jatah susu 3 liter 1-3 bulan.Pada umur 3 minggu sapi sudah di latih untuk di beri makanan penguat danhijauan. Penyapihan yang dilakukan secara dini kurang menguntungkan karenakondisi pedet belum kuat.

 

Setelah pedet disapih makaakan terjadi masa-masa birahi lagi pada induk sapi betina. Dan siklus ini akanberjalan sampai induk sapi melakukan proses kelahiran tujuh kali dan induk digemukan dan di jual.

 

Pengendalian penyakit

Pengendalian penyakit sapi yang paling baik adalah menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan.Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah menjaga kebersihankandang beserta peralatanya termasuk memandikan sapi. Sapi yang sakit di pisahkan dengan sapi yang sehatdan segera di lakukan pengobatan. Lantai kandang selalu kering, pemeriksaankesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai dengan petunjuk.

 

Beberapa penyakit sapi yang sering menyebabkan kematian adalah Anthraks, penyakit mulut dan kuku, penyakit radang kuku, penyakit ngorok.

 


 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments