BELANTIK

GreenWave

Artikel

HAMA & PENYAKIT TANAMAN CABAI

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:45 PM


ULAT GRAYAK

Ciri-ciri :

·        Aktif pada malam hari

·        Kupu2nya agak gelap dengan garis agak putih padasayap depan.

·        Ada bentuk2 segitiga warna hitam dan garis kuningdisisinya.

Serangan :

·        Memakan daun dan buah dari bagian tepi hingga bagianatas dan bawah .

·        Daun dan buah cabai berlubang secara  tdk beraturan.

Pengendalian :

1.       Mekanis, mengumpulkan telur dan ulatnya kemudiandibunuh.

2.       Kulturteknis, menjaga kebersihan kebun dari gulmadan sisa2 tanaman yang menjadi tempat persembunyian, merotasi tanaman.

3.       Kimiawi, memasang perangkat kupu2 jantan(petrogenol) di luar lahan, dan menyemprot insektisida.

KUTU DAUN (APHID)

Serangan :

·        Menghisap cairan daun, pucuk, tangkai bunga, ataubagian tanaman lain.

·        Daun2 melengkung, keriting, belang kekuningansehingga akhirnya rontok.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, menanam tanaman perangkap disekeliling kebun. Contohnya : jagung.

2.       Kimiawi, semprotan insektisida effektif danselektif.

SERANGGA (THRIPS)

Serangan :

·        Terjadi serangan pada musim kemarau.

·        Ada strip2 pada daun dan warna keperakan.

·        Serangan berat-daun menjadi kering dan bunga cabeberguguran.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, melakukan pergiliran tanaman.

2.       Mekanis, memasang perangkap hama.

3.       Kimiawi, penyemprotan insektisida.

LALAT BUAH

Ciri2:

·        Warna coklat tua ±0.5 cm

·        Meletakkan telur di dalam buah cabe.

Serangan :

·        Telur menetas di dalamm buah dan merusak cabe.

·        Buah jadi bercak2 bulat, membusuk dan berlubangkecil.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, pergiliran tanaman yang bukan inanglalat buah.

2.       Mekanis, mengumpulkan cabe yang terserang dandibakar.

3.       Kimiawi, pasang perangkat  beracun seperti metil eugenol.

TUNGAU KUNING

Ciri2:

·        Ukuran ±1 mm, mirip laba-laba .

·        Aktif pada siang hari.

Serangan :

·        Menghisap cairan sel daun,dan pucuk tanaman.

·        Serangan berat, cabe tumbuh tidak normal dan dunnyakeriting

Pengendalian :

·        Kimiawi, semprot dengan insektisida akarisida.

 

VIRUSKUNING GEMINI

Serangan :

·        Gejala penyakit virus kuning, mozaik hijau kloris,yang parah kuning mozaik atau kuning cerah dengan daun cekung dan pertumbuhan terhambat.

·        Disebabkanoleh virus Gemini dengan masa inkubasi 7-16 hari, sehingga pertanaman daribibit terlihat sehat, namun beberapa hari setelah ditanam memperlihatkan gejalaserangan.

·        Tanamaninang : babadotan, ceplukan, kecubung, tomat, terong, kedelai, kacang panjang.

·        Ditularkanoleh vector serangga kutu kebul.

Pengendalian :

Pengendalian penyakit  kuningsecara serempak di satu hamparan wilayah lahan cabai yang luas adalah ideal,namun apabila tidak memungkinkan maka pengendalian secara perbaikan teknis budidayaberikut bias dilakukan, namun dasar dari pengendalian penyakit kuning Geminiadalah mencegah bukan mengobati.

1.       Mengisolasitanaman di persemaian agar verktor tidak bisa hinggap dan makan cabe mudadengan menutup persemaian dengan kasa nilon, katun ukuran 50 mesh/cm2.

2.       Menghilangkandan memperkecil sumber infeksi dengan membersihkan lahan dari gulma yangmenjadi inang virus penyakit kuning.

3.       Tutupbedengan dengan mulsa plastic perak, karena pantulan matahari dapat menjatuhkanserangga dan dapat menekan pertumbuhan gulma.

4.       Menanam rapat jagung 5-6 baris 2 minggu sebelum tanam sebagai penghalang thrips dan vector penyakit lain masuk ke tanaman.

5.       Tanam kenikir 1-2 baris di antara jagung dan cabe sebagai inang alternative jikavector  lolos dari jagung.

6.       Memasang perangkap kuning 40 lbr/ha untuk meengurangi vector yang lolos dari pagar jagung dan kenikir.

7.       Pelepasan predator Monochillus sexmaculatus 1ekor /ha sebagai pemangsa alami kutu kebul bemisia

8.       Monitoring tanaman cabe sejak awal dan memusnahkan tanaman yang kuning sedini mungkinsampai umur 40-50 hari supaya tidak menular.

9.       Penyemprotan bubur klorin seminggu sekali untuk menjadikan tanaman berserat keras dan kutukebul tidak tahan bau bubur klorin dan mati.

 

 

 

 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments