BELANTIK

GreenWave

Artikel

view:  full / summary

PENYAKIT KELINCI

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:20 PM Comments comments (0)

Beberapa penyakityang menyerang ternak kelinci :

 

1.    KUDIS ( Scabies )

Tanda–tanda   : Bulu rontok, kulit bersisik,merasa gatal

Pencegahan     : Menjaga kebersihan kandang

Pengobatan      : Di sekitar kulit yang sari diolesidengan salep belerang yg terdiri dari campuran tepung belerang dan vaselindengan perbandingan 1 : 3

 

2.    EKSIM

Tanda–tanda     : Rontok bulu, kulit berbungulkecoklatan dan berlendir

Pencegahan       : Jaga kebersihan kandang, yang sakitdipisahkan

Pengobatan        : Dengan salep belerang, salep salicylyang dapat di beli di apotek

 

3.    RADANG PARU-PARU

Tanda–tanda     : Sulit bernafas, sesak danselalu haus

Pencegahan       : Cegah angin langsung, ventilasi harusbaik, jagalah kebersihan dalam kandang

Pengobatan        : Sul-Q-Nox pada air atau makanan

 

4.    PERUT KEMBUNG

Tanda –tanda     : Perut bengkak atau salah makan

Pengobatan          : Berikan 1 sendok teh campuran minyakadas 1 bagian dan minyak kelapa 4 bagian

 

5.    COCCIDIOSIS

Tanda–tanda     : Perut nampak besar, mencretbercampur darah dan diikuti dengan radang paru-paru

Pencegahan       : Lantai kandang harus bersih dan kering

Pengobatan        : Sul-Q-Nox, Noxal

 

6.    CACING

Tanda–tanda     : Kurus, bulu berdiri/ kasar/rontok, pucat, mencret, perut besar, mata kotor

Pencegahan       : Jaga kebersihan kandang, minuman danmakanan

Pengobatan  :Piperazine, Santomine, Opixon

PERKEMBANGBIAKAN KELINCI

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:15 PM Comments comments (0)

1.     DEWASA KELAMIN

 

Tiap ras kelinci memiliki dewasa kelamin berbeda-beda. Antara jantan danbetinapun memiliki dewasa kelamin yang berbeda. Kelinci betina memiliki dewasakelamin lebih cepat dibandingkan dengan kelinci jantan.

Kelinci tipe kecil (berbobot 0,9 – 2 kg), seperti ras Polish, Dutch, Nederland Dwarf, dewasa kelaminya berkisar pada umur3 – 4 bulan. Kelinci ini dipelihara terutama untuk dinikmati keindahannyasebagai hewan peliharaan  atau ternakhias.Kelinci tipe sedang (berbobot 2 – 4 kg), seperti ras New Zealand White, Californian, Carolina, Champagne d’ Argent, EnglishSpot, dan  Simonoire. Dewasa kelaminya beerkisar padaumur 5 – 6 bulan. Kelinci ini dipelihara terutama untuk diambil dagingnya dandwiguna (daging dag fur-nya).

Kelinci tipe berat (Berbobot 5-8 kg), seperti Giant Chinchilla, Flemish Giant,  dan CheckeredGiant, dewasa kelaminnya berkisar pada umur 7-8 bulan. Untuk kelinci yanglebih berat (berbobot 10-12 kg), dewasa kelaminya setelah umur setahun. Kelincitipe berat umumnya dipelihara untuk dagingnya dan dwiguna (daging dan fur-nya).

Berdasarkan ras dan kegunaanya, kelinci dapat diternak untuk lima tujuan,yaitu : penghasil wool (kulit bulu), daging,fancy (ternak kesayangan), dan dwiguna.

Pemanfaatan Kelinci BerdasarkanRasnya

Daya Manfaat

Nama Ras Kelinci

Penghasin woolPenghasil furPenghasil dagingTernak kesayangan/hiasPenghasil daging & kulit Angora

Silver, Rex

Chinchilli, Caralina

Polish, Lop, Nederland Dwarf

Flemish Giant, New Zealand White

Selain tipe, kecepatanatau lambatnya dewasa kelamin juga dipengaruhi oleh factor kelamin itu sendiri,lokasi peternakan, pakan yang diberikan, dan system perkandangan. Kelincijantan dan betina yang hidup bercampur jadi satu dalam kandang koloni akanlebih cepat dewasa kelaminya dibandingkan yang terpisah dalam kandangindividual.

 

2.   MENGENAL JENIS KELAMIN

Kelinci jantan dapat dibedakan dengan kelinci betina dengan mengamati alatkelaminya. Mengetahui secara jelas usia dan jenis kelamin setiap kelinci,sangat berarti bagi program pembiakan, kontrol mutu keturunan dan produktivitaspeternakan.

Jenis kelamin kelinci bisa mulai dikenali setelah berumur tujuh hari dengancara memeriksa ’tonjolan’ alat kelaminya. Anak kelinci jantan memiliki tonjolanpanjang dan bulat dengan lekuk bulat ditengah. Anak kelinci betina tonjolanyaagak pendekj, ditengahnya terdapat vulva(celah) memanjang.

Pada umumnya, peternak mulai membedakan jennis kelamin kelincinya setelahanak keluar dari kotak sarang. Seleksi dan pemisahan antara kelinci jantan danbetina mulai dilakukan setelah inik kelinci disapih, sekaligus memindahkankelinci dalam kandang pembesaran. Sampai umur 1,5 bulan testis (buah pelir)kelinci belum terlihat. Setelah dewasa, kantong pelir jantan mulai tampaknyata.

 

3.    PROGRAM KAWIN

Kelinci yang sudah dewasa perlu diatur program kawinya. Periksa data-datainduk kelinci berdasarka tipe, usia, dan ukuran fisiknya. Jangan mengawinkankelinci ketika usianya masih terlalu muda, karena bibit akan rusak dan tidakproduktif. Kelinci jantan yang dikawinkan pada usia terlalu mudaakan kerdil. Hasil perkawinan sering gagal, tidak menghasilkan kebintingan.Kalau induk betina yang dikawini berhasil bunting, seringkali kondisi anak yangdilahirkan lemah atau cacat.

Pejantan tua yang dipakai sebagai indukan, hasil perkawinanya seringkalikurang sukses menghasilkan kebuntingan. Banyak peternak menggunakan sistembetina muda dengan pejantan tua, dan pejantan muda dikawinkan dengan betina tuayang masih produktif.

 

4.    TANDA-TANDA BIRAHI

      Dewasa kelamin pada kelinci tidakmempunyai tanda-tanda birahi yang teratur.Masa birahi betina muda kadang-kadangcukup lama, tetapi tak mudah terlihat.

      Betina yang masih muda dapat dicobadikawinkan pada umur 5,5 bulan.Kalau belum mau kawin, dicoba lagi setiap 10hari sampai umurnya mencapai 6,5 bulan.Pada masa ini kelinci betina sudah dapatdikawinpaksakan.

      Kelinci betina siap kawin, tanda-tandabirahinya nyata, sering kali tampak gelisah.Kalau da dalam kandang tak adapejantan, ia akan berusaha bergabung dengan kelinci jantan yang terdapat padakendang berdekatan.IA suka menggosok-gosokkan dagunya pada sesuatu atau sesamabetina.Valva-nya basah, berwarnamereka jambu atau merah.

      Ketika Valvaberwarna merah jambu atau merah, artinya kelinci betina berada pada masasubur.Kalau warnanya masih putih atau pucat, perkawinan akan gagal, bahkanmereka bisa berkelahi.Sebaiknya perkawinan ditunda 2-3 hari lagi, atau sampai Valva-nya berwarna merah jambu.

      Kelinci betina yang sudah menunjukkantanda-tanda siap kawin, kalau tidak segera dikawinkan, sel telurnya masih tetapsubur sampai sekitar dua minggu kemudian.Setelah itu, kesuburanya berangsur-angsurberkurang.Periode birahi tahap berikutnya terjadi saat sel telurnya kembalimasak dan subur.

      Sel telur dapat dibuahi karena adanyarangsangan pejantan sewaktu mengawini.Sel telur masak akan turun 10 jamkemudian sesudah kawin, sehingga siap dibuahi.Pengulangan perkawinan sekitar 8jam kemudian baik sekali hasilnya, karena pembuahan sal telur akan berlangsungsekitar 1-2 jam setelah ovulasi.

 

5.    PEJANTAN IDEAL

Aktifitas kelinci berlangsung pada malam hari. Perkawinanyapun sebaiknyadilakukan malam hari, pagi atau sore hari. Pada saat ini suhu udara sejuk,kondisi terbaik untuk segala aktifitas kelinci. Induk yang akan dikawinkan,selain dewasa kelaminya juga telah mencapai bobot ideal yang diperlukan.Minimal telah berbobot 2,5 kg untuk kelinci pedaging sehat dan dalam kondisifit.

Seekor pejantan ideal dapat melayani 10 ekor betina. Umumnya dalam kandangkoloni, sejumlah kelinci betina bercampur dengan pejantan. Idealnya 5 ekorbetina dicampur dengan satu ekor pejantan didalam satu ruang kandang koloni.

Dalam satu kandang koloni, tidak dibenarkan sampai ada dua pejantan.Keduanya akan berkelahi sampai salah satu diantara keduanya luka-luka atu cacatseumur hidup. Dalam berkelahi, pejantan cenderung merusak testis laawanyasampai tidak berfungsi.

Dalam pemeliharaan sistemn kandang baterai, pejantan dan betina cenderungdipisah satu sama lain. Pejantan dikawinkan satu minggu sekali, kadang-kadangdua kali seminggu.

 

6.    KAWIN KANDANG

Cara mengawinkanya dapat denag memasukan kelinci betina kedalam kandang pejantan.Kalau ditolak, ganti dengan pejantan didalam kandang lain sampai diperolehpasangan yang disukai. Kalau calon pasangan tak disukai, tak jarang si betinamenyerang jantan dengan garang.

Segera setelah kelinci  betinadimasukan kandang, pejantan akan menciumi milut, hidung, dan kelamin betinasambil melompat-lompat dan berputar-putar. Kadang-kadang disertai dengan suaramendengus.

Betina yang suka dan siap dikawini akan segera mengangkat pantat, melipatekornya keatas, dan akan berdiam diri menanti. Ia tidak menolak tubuhnyadinaiki pejantan untuk dikawini. Bila pejantan aktif, perkawinan segeraberlangsung. Begitu pejantan jatuh terguling disamping betina, perkawinanselesai.

 

7.    KAWIN SODOR

Kalau jumlah pejantan terbatas, hanya satu ekor misalnya, perkawinan bisadibantu dengan memegang kelinci betina. Cara ini mudah dilakukan kalau kelincibetina maupun pejantan jinak, terbiasa dipegang-pegang peternak.

Kelinci betina dipegang dikedua telinganya dengan tangan kanan, telapaktangan kiri disodorkan dibawah perut betina. Diantara kedua kaki belakangkelnci betina, jari telunjuk dan ibu jari memegang dan membuka vulva. Gerakantangan kiri ke belakang pelan-lelan sehingga ekor kelinci betina tegak keatas.Biarkan pejantan mendekat, mengembus-embus, menaiki dan mengawini kelincibetina.

Setelah kawin, biarkan kelinci betina tetap dipegang dulu selama lima menit.Ini untuk menahan agar kelinci betina tidak kencing. Kalau kencing sesudahdikawini ada kecenderungan perkawinan gagal karna sperma terbawa keluar airkencing.

 

8.    GAGAL BUNTING

Perkawinan tak selamanya menghasilkan kebuntingan. Kegagalan dapat disebabkanoleh beberapa kemungkinan, antara lain umur kelinci sudah terlalu tua, suhuudara terlalu terlalu panas saat mengawinkan, perubahan cuaca yang tidak menguntungkan,induk terlalu gemuk atau kondisi pejantan lemah.

Kelinci berumur diatas tiga tahun termasuk tua. Pada kondisi tersebutkemampuan reproduksi sudah melewati masa produktif. Lebih-lebih kalau perawatandan pakan sehari-harinya jelek.

Kalau suhu udara tinggi, misalnya lebih dari 300C, seringterjadi penurunan berat badan secara drastis, sekaligus kemampuan reproduksinyajuga turun. Pada suhu tinggi, kelinci pejantan sering mengalami kenaikan pHsemen, penurunan pergerakan sperma, berkurangnya konsentrasi sperma dan jumlahsperma abnormal naik. Kelinci pejantan dewasa mengalami steril kalau suhu udaramencapai lebih dari 300C selama 4-5 hari berturut-turut. Meskipunkelinci pejantan tetap aktif, ketidaksuburan terus berlangsung sampai duabulan. Pejantan muda umur 6-7 bulan tidak mudah steril pada suhu 30-320C.Perubahan cuaca yang menguntungkan, yaitu perubahan udara dari panas ke dinginyang terlalu mendadak, juga bisa mengakibatkan kegagalan bunting setelah kawin.

Induk betina terlalu gemuk. Penyebabnya, lapisan lemak membungkus sel telursehingga sulit bertemu dengan sperma. Akhirnya gagal bunting. Indukbetinasebaiknya dipuaskan beberapa hari untuk menghilangkan lapisan lemaknya.

Pejantan yang terlalu sering dikawinkan, kondisinya lemah. Perkawinansering gagal, karena kurang nafsu. Betinanya sulit bunting

 

 

 

9.    MENENTUKAN KEBUNTINGAN

Setelah kawin, peternak perlu memeriksa ternaknya. Hasil perkawinan apakahmenghasilkan kebuntingan atau gagal. Caranya dengan meguji kembali, menelitiperkembangan perut dan memperhatikan nafsu makanya.

Menguji kembali dilakukan seminggu setelah perkawinan. Cara ini dilakukandengan memasukan kembali kelinci betina ke dalam kandang pejantan yang pernahmengawininya. Kalau ternyata menolak, tidak mau dikawini, kemunkinan besar sibetina telah bunting.

Meneliti perkembangan perut dilakukan setelah dua minggu kawin. Bagianperut diraba dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari, pelan-pelan ke arahbelakang. Kalau terdapat ”tunas” sebesar kelereng, berarti kelinci telahbunting. Peternak yang telah berpengalaman bisa memeriksa kebuntingan lebihawal, yaitu 7-8 hari setelah kawin.

Kelinci yang pertama kali bunting, perut tidak nampak membnesar walau waktumelahirkannya sudah dekat. Kepastian buntingya dapat diamati dengan memperhatikannafsu makanya. Bila badan kelinci bertambah besr, nafsu makan semakin tinggi,dapat dipastikan kelinci tersebut bunting. Bila nafsu makanbiasa, perkembangan badanya tidak tambah, berarti kelinci tersebut tidakbunting.

 

10. SELAMA BUNTING

Kelinci bunting membutuhkan perawatan yang lebih baik daripada biasanya.Perawatan dilakukan untuk menjaga kesehatan induk sekaligus anak yangdikandungnya, tujuannya agar induk melahirkan anak yang sehat dan induknyasendiri selamat.

Perawatan yang diperlukan antara lain meningkatkan jumlah pakan yangdiberikan, menjaga air minum jangan sampai kurang, menjaga ketenangan suasanakandang, menjaga sanitasi kandang dan lingkungan lebih baik.

Pakan diperbanyak, mutu gizi ditingkatkan. Selain pakan hijauan dinaikanvolume, konsentrat juga diberikan sebagai pakan tambahan. Tambahan pakan iniuntuk mencukupi kebutuhan protein, asam amino, vitamin dan mineral untuk indukmaupun anak yang dikandung. Pakan induk bunting membutuhkan kadar protein 16-20 %,lemak 3-5.5 %, serat kasar 14-20 % dan mineral 4.5-6.5 %

Per ekor induk bunting setiap harinya membutuhkan pakan 1-2 kg rumput atauhijauan dan 135-335 gram konsentrat (sekitar 6.7 % dari bobot hidup).Konsentrat yang dapat diberikan terdiri dari campuran dedak halus dan ampastahu ditambah 5 % mineral. Mineralnya dua bagian garam dapur, dua bagian tepungtulang dan satu bagian tepung kapur mati.

Selama mengandung, kelinci membutuhkan banyak air. Kecukupan air sangatmembantu pertumbuhan janin, sekaligus menjaga kondisi kesehatan induk. Kalauinduk kekurangan air minum selama bunting, anak yang baru lahir dapat dimakanindunya sendiri.

Selama bunting suasana kandang harus tenang. Udara bersih dan nyaman.Suasanan gaduh dan hiruk pikuk dapat membuat kelinci sters. Akhirnya bisamenimbulkan keguguran.

 

11. BUNTING 27 HARI

Sanitasi kandang harus diperhatikan sebaik-baiknya. Kandang yang terawatkebersihanya akan menjauhkan kelinci dari gangguan penyakit. Kandang danlingkungan yang bersih akan membuat kelinci hidup lebih tenang dan nyaman.

Setelah usia bunting mencapai 27 hari, sediakan kotak sarang di dalamkandang. Kotak sarang berfungsi sebagai liang dala m tanah untuk tempatberlindung. Alas kotak dilapisi rumput kering sebagai tempat bersarang.

Sekitar dua tiga hari kemudian induk kelinci akan mencabuti bulu tubuhnyasendiri. Bulu diletakan di dalam kotak sarang. Mulai saaat inilah induk kelincibersiap-siap melahirkan anaknya.

 

12.SUSU INDUK

Pada hari ke-30 sampai ke-32 anak kelinci sudah lahir. Kelincimelahirkanpada malam hari. Anak kelinci dilahirakn dalam keadaan tidak berbulu, buta dantuli. Induk kelinci menyelimuti anak-anaknya agar tidak kedinginan.

Seekor induk kelinci dapat melahirkan anak 4-12 ekor, tapi rata-rata hanya6-8 ekor anak sekali melahirkan. Induk kelinci memiliki delapan peting susu.Namun yang berfungsi baik hanya enam puting, sementara dua puting lainya yangterletak paling depan kurang berfungsi. Bila jumlah anak kelinci lebih darienam ekor, kemungkinan besar sisanya bakal kekurangan susu.

Air susu kelinci mengandung 120 gram protein dan 125 gram lemak per kg.Puncak produksi antara 12-28 hari laktasi (masa kelinci berproduksi susu(.Setelah 28 hari laktasi, air susu mengandung 125 gram protein dan 186 gramlemak per kg. Produksi susu mulai berhenti setelah 45 hari menyusui.

Selama menyusui, kelinci membutuhkan pakan yang sama baik mutunya ketikainduk kelinci bunting, yaitu mengandung protein 16-20 %, lemak 3-5.5 %, seratkasar 14-20 % dan mineral 4.5-6.5 %. Hal ini dapat dipenuhi dengan memberikanpakan pokok berupa rumput atau hijauan, ditambah 6.7 % dari total berat hidupkelinci berupa konsentrat.

Selam menyusui, seekor induk kelinci dapat mengkonsumsi 0.5-1.5 kg hijauandan 200-400 gram konsentrat per hari. Selain itu, kelinci membutruhkan banyakair minum. Kecukupan air minum sangat membantu pertumbuhan anak kelincisehingga mampu berkembang dengan pesat.

 

12. PETUMBUHAN ANAK

Umur tujuh hari, tubuh anak kelinci mulai tumbuh bulu. Mata mualai terbukadan umur sepuluh atau sebelas hari baru dapat melihat. Seminggyu kemudian, umur17 atau 18 hari anak kelinci mulai keluar dari kotak sarang. Sejak lahir sampaikeluar sarang, anak kelinci menyusu pada malam hari atau pagi hari.

Setelah keluar dari kotak sarang, anak kelinci mulai belajar makan sendiri.Mereka meloncat-loncat, berlari-lari, makan rumput mengikuti jejak induknya. Karenaalat pencernaan belum begitu kuat, pakanya jangan terlalu banyak mengandungserta kasar. Sambil belajar makan, anak kelinci masih menusu pada induknya.

Anak kelinci disapih setelah mampu makan sendiri, umumnya paling lambatpada umur delapan minggu (56 hari). Mengingat pada minggu keenam (42 hari) susuinduk sudah susut, biasanya pada saat itu sang anak mulai disapih oleh indunya.Jadi, sebenarnya anak kelinci bisa disapih lebih awal.

Derajat angka kematian anak kelinci tinggi, mencapai 20-25 %. Kematian inimenyebabkan 5-6 ekor anak kelinci yang hidup waktu disapih.

 

13. BOBOT SAPIH

Anak kelinci yang disapih dapat sekaligus diteliti jenis kelaminya.Kumpulkan jantan dengan jantan, betina dengan betina. Setiap kelompoknyadipelihara dalam kandang tersendiri, yaitu kandang pembesaran atau kandangkoloni. Di kandang pembesaran anak kelinci dipelihara sampai umur empat bulan.

Anak kelinci umur empat bulan dapat diseleksi. Pisahkan individu yang akandikembangkan menjadi calon indukan baru dan yang diapkir atau dijual sebagaiternak potong. Anak kelinci yang dibesarkan membutuhkan pakan dengan kadarprotein 17 %. Pakanya terdiri daari hijauan dan konsentrat.

Bila perawatan dan pakanya baik, kelinci ras seperti New Zealang White dapat mencapai bobot 2-3kg/ ekor pada umur empatbulan. Bila persentase karkasnya 50-60 %, kelinci muda yang dipotong dapatmenghasilkan sekita 1-1.5 kg/ ekor.

 

14. KELAHIRAN TERENCANA

Perkembangan kelinci dapat diaetur dengan kelahiran terencana. Kelahiranuntuk kelinci terjadi 31-32 hari sesudah perkawinan yang berhasil, karenakebuntinganb kelinci berlangsungselama 28-35 haari. Berikut inidata-data biologi kelinci :

 

Data biologi kelinci      :

Lama hidup                                 : 5-10 tahun

Lama produksi                            :1-3 tahun

Lama bunting                             : 28-35 hari

Lama penyapihan                     : 6-8 minggu

Umur dewasa                             : 4-10 bulan

Umur dikawinkan                      : 6-12 bulan

Kawin sesudahberanak          : 1 minggu setelah anakdisapih

Siklus kelamin                            :poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting

Siklus birahi                                : sekitar 2minggu

Periode estrus                            :11-15 hari

Ovulasi                                        : terjadi pada kawin ( 9-13 jamkemudian )

Fertilitas                                       : 1-2 jam sesudah kawin

Jumlah anak lahir                      : 4-10 ekor

Volume darah                             : 40ml/ kg berat badan

Bobot dewasa                             :sangatbervariasi, tergantung pada ras, jenis   kelamindan  faktor pemeliharaan

 

Kelinci tipe sedang (bobot dewasa 4 kg) mulai dikembangbiakan setelahberumur 6-7 bulan. Lama induk mengandung sekitar 31 hari. Lama induk mengasuhanak 56 hari. Berdasarkan data itu, kelinci dapat diprogram melahirkan anakempak kali dalam setahun. Dasar perhitunganya sebagai berikut

 

-  31 hari mengandung + 56 hari menyusui :  87hari

-  31 hari mengandung + 56 hari menyusui :  87hari

-  31 hari mengandung + 56 hari menyusui :  87hari

-  31 hari mengandung + 56 hari menyusui :  87hari

 

Jumlah                                             : 384 hari

 

Bila sekali melahirkan rata-rata menghasilkan enam ekor anak, dalam setahundari satu pasang kelinci dapat diperoleh kelinci baru 4 X 6 ekor : 24 ekor anakkelinci. Ini belum termasuk kelinci dewasa yang juga bisa berkembang biak.

Dengan mempersingkat masa menyusui dari 56 hari menjadi 28 hari, kelahirankelinci dapat ditingkatkan menjadi delapan kali setahun. Kalau rata-ratamenghasilkan enam ekor anak, dalam setahun dari satu pasang induk dapat diperolehkelinci 8 X 6 : 48 ekor anak.

 

Tabel Pengaruh Waktu Perkawinan Ulang dan Penyapihan Dini

 

Kawin Ulang

( hari )

Penyapihan

( hari )

Jarak Antar Litter

( hari )

Jumlah Litter/ Induk/ Tahun

 

14

21

28

42

 

28

35

42

56

45

52

59

73

8

7

6

5

 

Sumber    :James Blakely& David H.Bade, 1992.

Catatan    : Litter = sekelompokanak satu kelahiran

 

Program kelahiran diatur berpangkal pada kapan induk dikawinkan lagisetelah melahirkan. Anak kelinci yang telah mencapai umur 28 hari dapat disapihdengan memindahkan ke kandang pembesaran.

Di desa Oro-Oro, Batu, Malang ( Jawa Timur) peternak mengawinkan kembalikelincinya setiap 13-15 hari setelah melahirkan. Kelinci melahirkan setiap 45hari. Setahun kelinci diprogram melahirkan delapan kali.

Anak dipisahkan ketika berumur 28 hari setelahmelahirkan. Anak yang disapih pada umur itu berukuran kecil dan kondisikarkasnya pun kurang memuaskan dibandingkan anak yang disapih setelah berumur42-56 hari. Namun, penyapihan lebih awal tersebuit memungkinkan jumlah Litter yang lebih banyak dalam masasetahun. Selain itu, disapih umur berapa pun, anak kelinci biasanya di potongsetelah berumur 56 hari.

MEMILIH BIBIT KELINCI

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:15 PM Comments comments (0)

 

Peternak harusmenentukan tujuan, sebelum menjalankan usaha peternakannya. Ia harus melakukanpemilihan dan menentukan sendiri jenis kelinci yang akan diternakkan. Setelahpilihan ditentukan, bibit kelinci dipilih seekor demi seekor. Tiap ekor kelinciuntuk bibit harus diseleksi dengan teliti. Bibit itu harus diketahui denganpasti asal-usulnya. Bibit kelinci yang jelas asal-usulnya hanya ada di  breeding farm yang terkelola dengan baik.

Penjualan bibitkelinci yang baik pasti disertai sertifikat kelahiran, setelah ditunjukkantanda segel atau tato pada telinga. Adanya bukti yang lengkap menunjukkankejujuran breeder ( pembibit ) dalammempertanggungjawabkan kemurnian bibitnya.

Kelinci ternakandibedakan atas bermacam-macam ras. Setiap ras memiliki karakter sendiri, yangakhirnya berpengaruh terhadap tujuan usaha peternakan yang akan dijalankan. Adaras yang tipe pemeliharaanya hanya untuk penghasil wool ( bulu ), fur ( bulu dan kulit ), daging, dwiguna( daging dan kulit ) atau binatang kesayangan atau ternak hias peliharaan.

Beternak kelinciuntuk mendapatkan wool, dapat dipilih ras Angora. Untuk fur, dapat dipilih ras Silveratau Rex. Untuk penghasil daging,dapat dipilih ras Chinchilla atau Carolina. Untuk dwiguna ( daging dankulit ), dapat dipilih ras New Zealand Whiteatau Flemish Giant. Untuk binatangkesayangan dapat dipilih ras Polish, Lopatau Nederland Dwarf.

 

SANGAT EKONOMIS

 

Agar tujuan usahapeternakan dapat dicapai, diperlukan bibit-bibit yang sehat produktif dan mampumenghasilkan banyak anak, baik jantan maupun betinanya. Karakter dan ukuranharus sesuai dengan standar ras yang berlaku. Usia bibit harus masih muda dandalam keadaan masih produktif.

Bibit yang baiksangat ekonomis, karena terjamin kepastian produksi dan mutunya. Meskipunharganya tergolong tinggi, membeli bibit memiliki keuntungan, yaitu adanyajaminan kepastian produksi. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan bibityang terjamin kemurnian dan kualitasnya.

1.    Angka kematian ternaK rendah, bahkan ada kemungkinansemua anak bisa tumbuh sehat sampai dewasa.

2.    Tata laksana pemeliharaan lebih mudah, karena pembibitakan menunjukkan teknik dan tata cara pemeliharaanya.

3.    Biaya produksi bisa diperhitungkan dengan mudah sesuaidengan skala ekonomis yang dikehendaki.

4.    Jelasnya modal dan biaya produksi yang diperlukan,sehingga tingkat keuntungan yang diharapkan terukur pasti. Ini kalau beternakkelinci tak sekedar hobi, tapi usaha itu memang dikembangkan sebagai peternakkomersial.

 

SEHAT DAN ENERJIK

 

Bibit kelinciyang sehat memiliki sifat lincah dan aktif. Gerakannya enerjik, tidakmalas-malasan atau mengantuk dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umumbibit yang digunakan memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut :

 

1.    TIPE KEPALA SESUAI DENGAN UKURAN BADAN

Ø  Kelincibertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadanbesar dan lebar, memiliki kepala yang lebar pula. Kelinci kecil, kepalaseharusnya kecil juga. Tipe kepala yang baik dan seimbang memiliki dasartelinga yang baik. Telinga tegak ( kecuali Lop), panjang minimal 10 cm. Daun telinga tebal, lebar, panjang, kokoh dantampak seimbang. Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untukhampir semua ras kelinci, terutama untuk kelinci kecil seperti Dutch, Havana, Standard Chinchilla, Lilac  dan ras kelinci kecil lainnya

Ø  Kelinci Lop Prancis memiliki tipe kepala separtianjing Bulldog. Tipe kepala serupajuga terdapat pada New Zealand White,tapi kurang disukai peternak

Ø  Kelinciraksasa seperti Giant Chinchilla memerlukan permukaan kepala yang cukup luasuntuk menopang telinga yang panjang dan berat. Bentuk kepala yang dikehendakijuga panjang untuk mengimbangi sosok badan yang panjang

Ø  Kelinciras tertentu seperti Checkered Giant danEnglish Spot mempunyai rahang lebihdalam dibandingkan ras lain

Ø  Tipekepala buah pir berciri kepala dan moncong kerepes, telinga patah dan bengkok.Tipe serupa ini kurang disukai pada semua ras kelinci

Ø  Matanyabulat bercahaya, selaput mata bersih. Pandangan cerah, jernih. Pandangan matayang sayu dan kurang jernih menandakan kelinci sakit mata atau kurang sehatkondisi fisiknya

Ø  Hidungkering, moncong dan mulut bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab,kemungkinan terserang pilek. Gigi taring tidak tajam

 

2.    BERKAKI NORMAL

Ø  Kakinormal cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Kakinya tidak bengkok ataucacat. Kaki yang cacat berbentuk huruf X ( kaki bengkok ke luar ) dan berbentukhuruf O ( kaki bengkok ke dalam )

Ø  Kaki yangbagus cirinya lurus, sempurna, dan baik. Jarak antar kaki depan belakang sama. Kakibelakang tampak rapat pada badan, karena posisinya pararel. Kalau kaki belakangke samping, jelek karena lututnya tampak seperti lutut sapi

 

3.    BERBADAN BULAT

 

Ø  Kelinciberbadan bulat, berdada lebar, padat, dan singsat. Kondisi ini menunjukankeadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat jugamencerminkan kandungan dagingnya banyak, ia penghasil daging yang baik

Ø  Kulitlicin, tidak terasa benjol-benjol kalau di raba. Bulu bersih, licin, halus danrata. Dubur bersih, kering, tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret

Ø  Caloninduk betina berbadan panjang, bertulang pinggang lebar. Rajin membina sarangdan merawat anak, dan berasal dari keturunan yang mempunyai 6-8 ekor anak hidupdan tumbuh seragam sampai disapih. Jumlah puting susu 8 buah

Ø  Caloninduk dengan ciri-ciri tersebut menunjukan bahwa ia bisa beranak banyak,berumur panjang, masa produktifnya lama berkisar 2.5 - 3 tahun. Sayang anak danair susunya banyak

Ø  Pejantanberkelamin normal, tidak cacat. Alat kelaminya berkantung kemih cukup besar sehinggatampak menggelantung ke bawah, tetapi tidak sampai menyentuh lantai ketikaberjalan. Sifat tidak garang, tidak suka menggigit, dan penuh gairah. Usiapejantan lebih tua daripada induk betina

 

4.    BEREKOR LURUS

 

Ø  Ekorkecil, tumbuh lurus keatas, nampak menempel dengan punggung. Ekor tidak miring,tidak rebah kesamping atau terpuntir dan tidak jatuh ke bawah, ekor yang tidaklurus keatas berarti cacat

Ø  Pengaturanstandart mutu bibit kelinci dan produksinya, di Indonesia diatur berdasarkanStandar Pertanian Indonesia Bidang Peternakan ( SPINAK ). Untuk bibit kelincidiimpor diatur berdasarkan Standart Mutu Bibit Ternak Kecil Impor BerdasarkanKesepakatan Teknis, karena impor tersebut belum teruji kebenaranya di lapangan.

 

CARA MENGANGKAT KELINCI

 

Memegang dan mengangkat kelinci, terutama untuk bibit, tidak bisa dilakukansembarangan. Perlakuan yang salah bisa menimbulkan hal-hal yang merugikan. Kesalahanterbanyak yang sering dilakukan adalah pada teknik mengangkatnya.

Kebanyakan orang mengangkat kelinci dengan memegang kedua telinga. Cara inipaling mudah, sekaligus sangat keliru. Telinga kelinci sangat sensitif dantidak kuat menahan berat tubuh. Kalau cara ini dilakukan, otot dan syaraftelinga akan rusak. Kerusakan akan lebih parah lagi kalau kelinci yang diangkatmeronta-ronta. Posisi kepala bisa menjadi miring sehingga kelinci akan cacatseumur hidupnya.

Kesalahan lain dalam mengangkat kelinci adalah dengan memegang kedua kakibelakang. Memegang kelinci dengan cara digantung itu akan mengganggu peredarandarah. Darah menumpuk di kepala, posisi organ dalam berubah. Kalau kelinci yangdipegang berontak keras, sangat memungkinkan jaringan penggantung organ dalamputus.

Kedua cara memegang kelinci di atas sangat menyiksa ternak. Perlakuan yangsalah itu bisa membuat kelinci cacat permanen.

Untuk mengangkat kelinci besar, pegang kulit tengkuk atau punggung dengansalah satu tangan. Begitu terangkat, tangan yang satu digunakan untuk mendukungpada bagian pantat. Kerjakan pengangkatan itu dengan tenang dan penuh kasihsayang.

Kelinci kecil dapat diangkat dengan memegangbagian sebelah depan kaki belakang melalui punggung.

RAS KELINCI YANG DIKEMBANGKAN SECARA KOMERSIAL

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:10 PM Comments comments (0)

 

Dari sekianbanyak ras kelinci yang ada, saat ini yang dikembangkan secara komersial dinegara-negara Eropa dan Amerika antara lain sebagai berikut :

 

1.    ANGORA

 

Asal usul kelinci ras Angorakurang jelas. Konon berasal dari kelinci liar yang berkembang secara mutasidengan spesifik berbulu panjang. Ras ini bukan diciptakan oleh Breeder tertentu

Angora  pertama kali ditemukan dibawa oleh pelautInggris. Kemudian dibawa ke Prancis tahun 1723. Tahun 1777 Angora menyebar ke Jerman. Tahun 1920meluas ke negara-negara Eropa timur, Jepang, Kanada dan Amerika Serikat. Sampaikini Prancis menjadi pusat peternakan Angoraterbesar yang menghasilkan wool.

 

Ciri-ciri kelinci Angora:

 

Ø  Bobot dewasasekitar 2,7 kg baik jantan atau betina

Ø  Mula-mulaAngora hanya berbulu putih denganwool yang tumbuh panjang, Setelah dikembangkan dan dimuliakan tercipta yangberbulu warna warni, misalnya coklat

Ø  Sifatbulunya halus, tebal dan kuat. Pertumbuhan bulu rata-rata 2,5 cm per bulan

Ø  Buludipotong sepanjang 6 – 8 cm tiap tiga bulan. Kalau dibiarkan tumbuh terushingga tiga bulan, bulunya cenderung kusut dan menggumpal.

 

2.    AMERICAN  CHINCHILLA

 

Kelinci ras American Chinchilla dimanfaatkanuntuk ternak dwiguna, yaitu produksi furdan daging dan dibedakan atas tiga tipe, yaitu :

 

Ø  Standard ( bobot dewasa 2,5 – 3 kg )

Kelinci tipe standar, di Amerika dikembangkan dari kelinci yang diimportdari Prancis tahun 1919. Warna bulu abu-abu ( Chinchilla ). Paha penuh berisi, punggung ramping dan melengkungdari tengkuk sampai pantan.

Di Inggris, tipe standart bobot dewasa 2,9 kg untuk jantan, 3,2 kg untukbetina. Warna dasar bulu biru abu-abu pada pangkal, warna bagian tengah abu-abuatau seperti warna mutiara. Bulu di leher terang daripada warna tubuhnya.Bagian ekor putih, ujung ekor hitam diselingi putih.

 

Ø  Besar ( bobot dewasa 4,5 – 5 kg )

Kelinci besar alias Chinchilla Gigantamulai dikenal sejak 1920, produksi Chris Wren di Inggris. Produksi dagingdan bulunya lebih menarik. Pertumbuhanya cepat, kulit lebih lebar daripadakelinci lain. Telinga sedikit miring kebelakang dengan ujung terbuka, kalau dilihatdari depan seperti huruf V.

 

Ø  Giant ( bobot dewasa 6 – 7 kg )

Kelinci raksasa alias GiantChinchilla merupakan hasil persilangan antara Standart Chinchilla dan FlemishGiant. Namanya disingkat Giant Chin.Penampilanya mirip standart Amerika tapi bulunya lebih tebal dan isi dagingnyalebih baik.

 

3.    CAROLINA

 

Ø  Ras iniberasal dari persilangan antar species NewZealand White

Ø  Bulunyaputih

Ø  Pertumbuhanyacepat dan daya reproduksinya tinggi

Ø  Penampilanyalebih besar dan lebih putih daripada NewZealand White, terutama yang berkelamin jantan

Ø  Memilikidaya tahan tubuh tinggi, sehingga cukup kuat terhadap serangan penyakit danmampu hidup pada kondisi dibawah normal

Ø  Kelinciini sangat terkenal di Eropa, terutama untuk penghasil daging

Ø  Bobotdewasa rata-rata 3,6 kg, makin tua bobot bisa mencapai 4,5 – 5 kg

Ø  Kemampuanreproduksi seekor induk Carolina  antara 50–70 ekor anak/ tahun. Bobotanak umur 54 hari rata-rata 1,8 kg.

 

4.    CHECKERED GIANT

 

Ø  Ras inberasal dari Jerman

Ø  Badanpanjang, punggung melengkung dengan baik. Paha dan pinggul lebar. Diternakanuntuk diambil dagingnya. Bobot dewasa ideal jantan 5 kg, betina 5,4 kg

Ø  Dibedakanatas dua warna, yaitu hitam dan biru.

5.    DUTCH

 

Ø  Ras Dutch ( Belanda) terkenal di seluruh dunia sebagai hewan hias peliharaan

Ø  Bobotdewasa jantan maupun betina antara 1,5-2,5 kg

Ø  Betinabersifat keibuan, fertilitasnya tinggi. Setiap kali melahirkan, kelincimenghasilkan anak antara 7-8 ekor.

Ø  Anak umur6-7 minggu berbobot rata-rata 0,8 kg, Umur 10 minggu mencapai 1,6 kg

Ø  Dewasakelamin umur 20 minggu

Ø  Warnabulunya khas, mempunyai bulu melingkar seperti pelana berwarna putih daripunggung terus ke leher sampai kaki depan. Bagian kaki depan seluruhnya putih. Kakibelakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih. Ada pula yang sekaligusmempunyai tiga macam warna, sering disebut TricoloredDutch.

 

6.    ENGLISH SPOT

 

Ø  Ras iniberwarna putih dengan tutul-tutul hitam. Sepanjang punggung ada garis hitam,dari pangkal telinga memanjang sampai ke ujung ekor

Ø  Perutbertutul-tutul hitam, sehingga tampak seperti memakai kacamata. Hidung diliputibulu hitam berbentuk kupu-kupu

Ø  Selainputih dengan tutul hitam, ada juga EnglishSpot denagn tutul biru, abu-abu, coklat, kuning emas dan lembayung. Semuagenetik English Spot  bersifat Heterozygot.Sulit mendapat keturunan yang serupa

Ø  Hanya 50%keturunan yang mempunyai ciri-ciri serupa dengan induknya

Ø  Bobotkelinci dewasa 2,7 – 3,6 kg. Anak kelinci pertumbuhanya pesat, cocok untukpenghasil Fur sekaligus daging.Kualitas bulunya sangat baik untuk bahan pakaian, karkasnya cukup banyak.

 

7.    HIMALAYAN

 

Ø  Ras Himalayan Juga terkenal dengan nama Russian atau Egyptian Smut di Eropa Timur. Banyak yang meyakini asalnya dariCina, sebab disana banyak dijumpai kelinci ini

Ø  Mula-muladibawa dari Cina ke Eropa sebagai pengisi kebun binatang, dan dikenal dengannama ’Kelinci Hidung Hitan dari Cina’

Ø  Kini penyebaranyahampir diseluruh dunia

Ø  Himalayan termasuk kelinci tipe sedang,bertelinga pendek

Ø  Jantandan betina dewasa berbobot 1,13 - 2,27 kg, rata-rata 1,5 kg. Warnanya putihdengan mata pink

Ø  Hidung,telinga, kaki dan ekor hitam. Selai putih, ada juga fariasi lain seperti hitam,cokelat, biru dan ungu

Ø  Ketikalahir berwarna abu-abu, lalu berangsur-angsur menjadi pucat sampai putih. Warnahitam pada kaki mulai timbul pada umur 3 – 4 minggu, mula-mula pucat lalumenjadi hitam

Ø  Himalayan disilangkan dengan New Zealand White, anak-anaknyamenyerupai Himalayan Kalaudisilangkan dengan kelinci berwarna lain, keturunanya tak ada yang menyerupai Himalayan

 

8.    FLEMISH GIANT

 

Ø  Ras inidi Indonesia dikenal sebagai VlaamseReus, kelinci raksasa dari Vlaam.Termasuk kelinci besar di Inggris

Ø  Kelinciini menonjol karena ukurannya yang besar dan kualitas fur-nya yang bagus. Bobot jantan rata-rata 6,3 kg, betina 6,8 kg. Namunada yang 10-12 kg

Ø  Peternakkelinci memelihara ras ini terutama untuk dikawin-silangkan dengan kelincilain, dalam usaha meningkatkan produksi daging. Kelinci ini pernah didatangkandari Negeri Belanda oleh Kedutaan Besar Belanda, yang kemudian dihadiahkankepada Presiden Suharto pada tahun 1981

Ø  Variasiwarna bulunya banyak. Palingsering dijumpai adalah steel gray (abu-abubesi) dan  sandy ( seperti pasir ). Warna lainseperti hitam, putih,  light gray ( abu-abu muda ), biru dan  fawn (cokelat kuning muda ) dapat ditemukan pula

Ø  Dewasa kelaminnya lambat. Umur 10-12bulan baru mau kawin.

 

9.    HAVANA

 

Ø  Bertubuhpendek. Kepalanya kecil dan pendek tapi lebar. Matanyabercahaya merah delima. Lehernya pendek. Telinganya berdiri tegak dengan dasartelinga lebar. Pantat dan kaki belakangnya bulat berisi penuh

Ø  Warnabulunya hitam, biru dan cokelat seperti cerutu Havana

Ø  Bobotjantan maupun betina 2,0-2,9 kg pada umur 6 bulan, rata-rata 2,9 kg

Ø  Dipeliharakhusus untuk diambil fur-nya.

 

10.  NEW ZEALAND WHITE

 

Ø  Ras ini merupakankelinci albino, tak mempunyai bulu yang mengandung pigmen. Bulunya putih mulus,padat, tebal, dan agak kasar kalau diraba. Mata merah. Asli dari New Zealand sehingga disebut  NewZealand White

Ø  Keunggulankelinci albino ini, pertumbuhannya cepat. Karenaitu cocok untuk diternakkan sebagai penghasil daging komersil dan kelincipercobaan di laboratorium

Ø  Bobotanak umur 58 hari sekitar 1,8 kg. Bobot dewasa rata-rata 3,6 kg. Setelah lebihtua bobot maksimalnya dapat mencapai 4,5-5 kg

Jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 50 ekorper tahun.

BUDIDAYA TERNAK DOMBA Bovidae

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:05 PM Comments comments (0)

1.  SEJARAH SINGKAT

 

Domba yang kita kenal sekarangmerupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenisdomba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatandan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovisvignei) yang berasal dari Asia.

 

2.  SENTRA PETERNAKAN

 

Di Indonesia sentra peternakandomba berada di daerah Aceh dan Sumatra Utara. Di Aceh pada tahun 1993 tercatatsekitar 106 ribu ekor domba, sementara di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekordomba yang diternakan. Lahan yang digunakan untuk berternak di daerah Acehberdasarkan data Puslit Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 jutahektar mulai dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utaraluas lahan yang digunakan sekitar 7 juta hektar.

 

3.  JENIS

 

Domba seperti halnya kambing,kerbau dan sapi, tergolong dalam family Bovidae. Kita mengenal beberapabangsa domba yang tersebar diseluruh dunia, seperti:

1) Domba Kampung adalah domba yang berasal dari Indonesia

2) Domba Priangan berasal dari Indonesia dan banyak terdapat didaerah Jawa barat

3) Domba Ekor Gemuk merupakan  domba  yang  berasal  dari  Indonesia  bagian timur

    seperti  Madura, Sulawesi dan Lombok.

4) Domba Garut  adalah  domba hasil  persilangan  segi   tiga  antara domba kampung,

    merino dan domba ekor gemuk dari AfrikaSelatan.

Di Indonesia, khususnya di Jawa,ada 2 bangsa domba yang terkenal, yakni domba ekor gemuk yang banyak terdapatdi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dan domba ekor tipis yang banyak terdapatdi Jawa Barat

 

4.  MANFAAT

 

Daging domba merupakan sumberprotein dan lemak hewani. Walaupun belum

memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaatlain dari berternak domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industritekstil.

 

 

 

 

5.  PERSYARATAN  LOKASI

 

Lokasi untuk peternakan dombasebaiknya berada di areal yang cukup luas, udaranya segar dan keadaansekelilingnya tenang, dekat dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air,jauh dari daerah pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatifdekat dari pusat pemasaran dan pakan ternak.

 

6.  PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

 

6.1.       Penyiapan Sarana dan Peralatan

 

1)   Perkandangan

 

Kandang harus kuat sehingga dapatdipakai dalam waktu yang lama, ukuran sesui dengan jumlah ternak, bersih,memperoleh sinar matahari pagi, ventilasi kandang harus cukup dan terletaklebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak kebanjiran. Atap kandangdiusahakan dari bahan yang ringan dan memiliki daya serap panas yang relatifkecil, misalnya dari atap rumbia.

Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya, yaitu:

a) Kandang induk / utama,  tempat domba digemukkan. Satu ekor domba butuh

               luas kandang 1 x 1 m.

           b) Kandang indukdan anaknya, tempat  induk  yang  sedangmenyusui anaknya

                selama 3bulan.  Seekor  induk domba memerlukan luas  1,5 x 1 m dan anak

                dombamemerlukan luas 0,75 x 1 m.

           c) Kandangpejantan, tempat domba jantan yang akan digunakan sebagai

               pemacakseluas 2 x 1,5 m/pemancak.

Di dalam kandang domba sebaiknyaterdapat tempat makan, palung makanan dan minuman, gudang makanan, tempatumbaran (tempat domba saat kandang dibersihkan) dan tempat kotoran/kompos.

Tipe dan model kandang padahakikatnya dapat dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:

a. Tipe kandang Panggung

Tipe kandang ini memiliki kolongyang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong digali dan dibuat lebihrendah daripada permukaan tanah sehingga kotoran dan air kencingnya tidakberceceran. Alas kandang terbuat dari kayu/bambu yang telah diawetkan, Tinggipanggung dari tanah dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan besar. Palungmakanan harus dibuat rapat, agar bahan makanan yang diberikan tidak tercecer keluar.

b. Tipe kandang Lemprak

Kandang tipe ini pada umumnyadigunakan untuk usaha ternak domba kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapidengan alas kayu, tetapi ternak beralasan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan.Kandang tidak dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang diletakkandiatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dapat hasil kotoran yangbanyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan.

 

 

6.2.       Penyiapan Bibit

 

Domba yang unggul adalah dombayang sehat dan tidak terserang oleh hama penyakit, berasal dari bangsa dombayang persentase kelahiran dan kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh danpersentase karkas yang baik. Dengan demikian keberhasilan usaha ternak dombatidak bisa dipisahkan dengan pemilihan induk/pejantan yang memiliki sifat-sifatyang baik.

 

1)   Pemilihan Bibit dan Calon Induk

 

a) Calon Induk: berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perutnormal, telinga kecil hingga sedang, bulu halus, roman muka baik dan memiliki nafsukawin besar dan ekor normal.

b) Calon Pejantan: berumur 1,5-2 tahun, sehat dan tidak cacat,badan normal dan keturunan dari induk yang melahirkan anak 2 ekor/lebih, tonjolantulang pada kaki besar dan mempunyai buah zakar yang sama besar sertakelaminnya dapat bereaksi, mempunyai gerakan yang lincah, roman muka baik dantingkat pertumbuhan relatif cepat.

 

2)   Reproduksi dan Perkawinan

 

Hal yang harus di ketahui olehpara peternak dalam pengelolaan reproduksi adalah pengaturan perkawinan yangterencana dan tepat waktu.

 

a) Dewasa Kelamin, yaitu saat ternak domba memasuki masa birahiyang pertama kali dan siap melaksanakan proses reproduksi. Fase ini dicapai padasaat domba berumur 6-8 bulan, baik pada yang jantan maupun yang betina.

b) Dewasa tubuh, yaitu masa domba jantan dan betina siap untuk dikawinkan.Masa ini dicapai pada umur 10-12 bulan pada betina dan 12 bulan pada jantan.Perkawinan akan berhasil apabila domba betina dalam keadaan birahi.

 

3)   Proses Kelahiran

 

Lama kebuntingan bagi dombaadalah 150 hari (5 bulan). Menjelang kelahiran anak domba, kandang harus bersihdan diberi alas yang kering. Bahan untuk alas kandang dapat berupa karunggoni/jerami kering. Obat yang perlu dipersiapkan adalah jodium untuk dioleskanpada bekas potongan tali pusar.

Induk domba yang akan melahirkandapat diketahui melalui perubahan fisik dan perilakunya sebagai berikut:

a. Keadaan perut menurun dan pinggul mengendur.

b. Buah susu membesar dan puting susu terisi penuh.

c. Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan dan lembab.

d. Ternak selalu gelisah dan nafsu makan berkurang.

e. Sering kencing.

Proses kelahiran berlangsung15-30 menit, jika 45 menit setelah ketuban pecah, anak domba belum lahir,kelahiran perlu dibantu. Anak domba yang baru lahir dibersihkan denganmenggunakan lap kering agar dapat bernafas. Biasanya induk domba akan menjilatianaknya hingga kering dan bersih.

 

6.3.       Pemeliharaan

 

1)   Sanitasi dan Tindakan Preventif

 

Sanitasi lingkungan dapatdilakukan dengan membersihkan kandang dan peralatan dari sarang serangga danhama. kandang terutama tempat pakan dan tempat minum dicuci dan dikeringkansetiap hari. Perlu dilakukan pembersihan rumput liar di sekitar kandang.Kandang ternak dibersihkan seminggu sekali.

 

2)   Pengontrolan Penyakit

 

Domba yang terserang penyakitdapat segera diobati dan dipisahkan dari yang sehat. Lakukan pencegahan denganmenyuntikan vaksinasi pada domba-domba yang sehat.

 

3)   Perawatan Ternak

 

Induk bunting diberi makanan yangbaik dan teratur, ruang gerak yang lapang dan dipisahkan dari domba lainnya.induk yang baru melahirkan diberi minum dan makanan hijauan yang telahdicampurkan dengan makanan penguat lainnya. Selain itu, induk domba harusdimandikan. Anak domba (Cempe) yang baru dilahirkan, dibersihkan dan diberimakanan yang terseleksi. Cempe yang disapih perlu diperhatikan. pakan yangberkualitas dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari. Perawatanternak dewasa meliputi:

 

a. Memandikan ternak secara rutin minimal seminggu sekali. dengancara disikat dan disabuni. pada pagi hari, kemudian dijemur dibawah sinar mataharipagi.

b. Mencukur Bulu

Pencukuran bulu domba dengan gunting biasa/cukur ini. Dilakukan minimal6 bulan sekali dan disisakan guntingan bulu setebal kira-kira 0,5 cm.Sebelumnya domba dimandikan sehingga bulu yang dihasilkan dapat dijadikan bahantekstil. Keempat kaki domba diikat agar tidak lari pada saat dicukur.Pencukuran dimulai dari bagian perut kedepan dan searah dengan punggung domba.

c. Merawat dan Memotong Kuku

Pemotongan kuku domba dipotong 4 bulan sekali dengan golok, pahat kayu,pisau rantan, pisau kuku atau gunting.

 

4)   Pemberian Pakan

 

Zat gizi makanan yang diperlukanoleh ternak domba dan mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup adalahkarbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Bahan pakan untuk dombapada umumnya digolongkan dalam 4 golongan sebagai berikut:

a. Golongan Rumput-rumputan, seperti rumput gajah, benggala,brachiaria, raja, meksiko dan rumput alam.

b. Golongan Kacang-kacangan, seperti daun lamtoro, turi, gamaldaun kacang tanah, daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra, gliricidia dan siratro.

c. Hasil Limbah Pertanian, seperti daun nangka, daun waru, daundadap, daun kembang sepatu, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon, daunketela rambat dan daun beringin.

d. Golongan Makanan Penguat (Konsentrat), seperti dedak, jagungkaring, garam dapur, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampas tahu, ampaskecap dan biji kapas.

 Pakan untuk domba berupa campuran dari keempatgolongan di atas yang disesuaikan dengan tingkatan umur. Adapun proporsi daricampuran tersebut adalah:

1  Ternak dewasa: rumput75%, daun 25%

2. Induk bunting: rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3 gelas

3. Induk menyusui: rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3 gelas

4. Anak sebelum disapih: rumput 50%, daun 50%

5. Anak lepas sapih: rumput 60%, daun 40% dan konsentrat 0,5–1gelas

Sedangkan dosis pemberian ransumuntuk pertumbuhan domba adalah sebagai berikut:

a. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=180 kg/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

b. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=340 kg/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

c. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=410 kg/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

d. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=110 kg/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

e. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=280 kg/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

f. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=440 kg/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

g. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=160 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

h. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=320 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

i. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=470 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

j. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=100 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

k. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

l. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=410 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

m.Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=60 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

n. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=180 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

o. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=340 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

p. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=50 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

q. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=110 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

r. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

s. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=40 gram/hari, pertambahanbobot=50 gram/hari

t. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=280 gram/hari, pertambahanbobot=100 gram/hari

u. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=440 gram/hari, pertambahanbobot=150 gram/hari

 

5)   Pemberian Vaksinasi dan Obat

 

Pemberian vaksinasi dapatdilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi dapat dilakukan dengan menyuntikanobat kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba (cempe)bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasiyang biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum antianthrax, vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).

 

6)   Pemeliharaan Kandang

 

Pemeliharaan kandang meliputipembersihan kotoran domba menimal satu minggu sekali, membuang kotoran ketempat penampungan limbah, membersihkan lantai atau alas, penyemprotan danpengapuran kandang untuk disinfektan.

 

7.  HAMA DAN PENYAKIT

 

1)   PenyakitMencret

 

Penyebab: bakteri Escherichia coli yang menyerang anak dombaberusia 3 bulan. Pengobatan: antibiotika dan sulfa yang diberikan lewatmulut.

 

2)    Penyakit Radang Pusar

 

Penyebab: alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemaroleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan Actinomycesnecrophorus. Usia domba yang terserang biasanya cempe usia 2-7 hari. Gejala:terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba akankesakitan. Pengendalian: dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompresdengan larutan rivanol (Desinfektan).

 

3)    Penyakit Cacar Mulut

 

Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala:cempe yang terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasasakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendalian: dengan sulfaseperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.

 

4)    Penyakit Titani

 

Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yangdiserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu gelisah, timbulkejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan. Penyakit ini dapatdiobati dengan menyuntikan larutan Genconos calcicus dan Magnesium.

 

5)    Penyakit Radang Limoah

 

Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya, penularannyacepat dan dapat menular ke manusia. Penyebab: bakteri Bacillusanthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan duburkeluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetardan nafsu makan hilang. Pengendalian: dengan menyuntikan antibiotika Pracainpenncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg berat tubuh dombatertular.

6)    Penyakit Mulut dan kuku

 

Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba,dan yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku. Penyebab: virus danmenyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi lendir.Pengendalian: membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan menggunakanlarutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan denganmerendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.

 

7)    Penyakit Ngorok

 

Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makandomba berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semuausia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang terlihat lidahnyabengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lender berbuih dan sulittidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air minum atausuntikan.

 

     8) Penyakit perut Kembung

 

Penyebab: pemberian makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang masihdiselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar dan dapat menyebabkankematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur jadwal danjumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi Pengendalian: memberikan gulayang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat keatassampai gas keluar.

 

     9) Penyakit Parasit Cacing

 

Semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab:cacing Fasciola gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacinggelang), cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelaziarhodesii (Cacing mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazenyang diberikan lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazindengan dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.

 

     10) Penyakit Kudis

 

Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semuausia. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek dan menguranginilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa kutu yang bernama Psoroptesovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis. Gejala: tubuhdomba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya. Kudisdapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal ekor.Pengendalian: dengan mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka,menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05-0,1%.

 

 

    11) PenyakitDermatitis

 

Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulitbibit domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerangsemua usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut,kelopak mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radangkelenjar susu. Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur padaluka.

 

    12) Penyakit KelenjarSusu

 

Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui,sehingga air susu yang diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing dombainduk yang menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing dombabengkak, bila diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsumakan kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendalian: pemberianobatobatan antibiotika melalui air minum. Secara umum pengendalian danpencegahan penyakit yang terjadi pada domba dapat dilakukan dengan:

a) Menjaga kebersihan kandang, dan mengganti alas kandang.

b) Mengontrol anak domba (cempe) sesering mungkin.

c) Memberikan nutrisi dan makanan penguat yang mengandung mineral,kalsium dan mangannya.

d) Memberikan makanan sesuai jadwal dan jumlahnya, Hijauan pakanyang baru dipotong sebaiknya dilayukan lebih dahulu sebelum diberikan.

e) Menghindari pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yang terkontaminasisiput dan sebelum dibrikan sebainya dicuci dulu.

f) Sanitasi yang baik, sering memandikan domba dan mencukur bulu.

g) Tatalaksana kandang diatur dengan baik.

h) Melakukan vaksinasi dan pengobatan pada domba yang sakit.

 

8.  PANEN

 

8.1.       Hasil Utama

 

Hasil utama dari budidaya dombaadalah karkas (daging)

 

8.2.       Hasil Tambahan

 

Hasil tambahan dari budidayadomba adalah bulunya (wool) yang dapat di jadikan sebagai bahan tekstil.

 

8.3.       Pembersihan

 

Sebelum dipotong ternakdibersihkan dengan cara mencuci kaki domba dan menyemprotkan air diatas kepalaternak agar karkas yang dihasilkan tidak tercemar oleh bakteri dan kotoran.

 

9.  PASCAPANEN

 

9.1.       Stoving

 

Ada beberapa prinsip teknis yangharus diperhatikan dalam pemotongan domba agar diperoleh hasil pemotongan yangbaik, yaitu:

1) Ternak domba harus diistirahatkan sebelum pemotongan

2) Ternak domba harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lainyang dapat mencemari daging.

3) Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasasakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluarsecara tuntas.

4) Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangijumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.

 

9.2.       Pengulitan

 

Pengulitan pada domba yang telahdisembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agarkulit tidak rusak. Kulit domba dibersihkan dari daging, lemak, noda darah ataukotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuatdari kayu, kulit domba dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang palingbaik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45derajat.

 

9.3.       Pengeluaran Jeroan

 

Setelah domba dikuliti, isi perut(visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan caramenyayat karkas (daging) pada bagian perut domba.

 

9.4.       Pemotongan Karkas

 

Karkas dibelah menjadi dua bagianyaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkasdipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk danpunggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulangdan tendon. Pemotongan karkas harus mendapat penanganan yang baik supaya tidakcepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkasdipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaranjeroan.

 

10.              ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

 

10.1.Analisis Usaha Budidaya

 

Perkiraan analisis usaha dombaselama 136 hari di Bogor tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1) Biaya produksi

a. Lahan

- Sewa tanah 700 m2 (5 bulan) Rp. 100.000,-

b. Bibit

- Domba lepas sapih 100 [email protected] Rp.40.000,- Rp. 4.000.000,-

c. Bangunan dan peralatan

- Kandang ukuran 3,5 m x 18,75 m (2 buah) :

- Bambu 360 batang @ Rp. 2.000,- Rp. 720.000,-

- Papankayu panjang 2 m (352 buah) @ Rp. 2.000,- Rp. 704.000,-

- Paku reng 8 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 32.000,-

- Paku usuk 10 kg @ Rp. 2.500,- Rp. 25.000,-

- Genting 6.480 buah @ Rp. 200,- Rp. 1.296.000,-

- Tali 42 m @ Rp. 700,00 Rp. 29.400,-

- Base Camp + gudang ukuran 5 m x 6 m :

- Bambu 28 batang @ Rp.2.000,- Rp. 56.000,-

- Papan kayu panjang 2 m 60 buah @ Rp.1.800,- Rp. 108.000,-

- Paku reng 2 kg @ Rp.4.000,00 Rp. 8.000,-

- Paku usuk 3 kg @ Rp.2.500,00 Rp. 7.500,-

- Genting 1.200 buah @ Rp.200,- Rp. 240.000,-

- Tali 15 m @ Rp. 700,- Rp. 10.500,-

- Peralatan

- Tempatminum dia 25 cm(100 buah) @ Rp.2.500,- Rp. 250.000,-

- Sekop 2 buah @ Rp.12.500,- Rp. 25.000,-

- Emberplastik diameter 25 cm (3 bh) @ Rp.2.500,- Rp. 7.500,-

- Tong bak air (2 buah) @ Rp.35.000,- Rp. 70.000,-

- Ciduk (4 buah) @ Rp.1.500,- Rp. 6.000,-

d. Pakan

- Hijauan/rumput 34.000 kg @ Rp.500,- Rp. 17.000.000,-

- Konsentrat Rp. 2.450.000,-

- Dedak 1.780 kg @ Rp.600,- Rp. 1.068.000,-

- Bungkil kelapa 890 kg @ Rp.1.250,- Rp. 1.112.500,-

- Tepung jagung 534,1 kg @ Rp.900,- Rp. 480.690,-

- Bungkil kacang tanah 284,9 kg @ Rp.1800,- Rp. 512.820,-

- Garam dapur 35,598 kg @ Rp.500,- Rp. 17.800,-

- Tepung tulang 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-

- Kapur 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-

e. Tenaga kerja

- Tenaga kerja 112 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 784.000,-

- Tenaga kerja 15 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 105.000,-

- Tenaga kerja pemeliharaan selama 136 hari Rp. 884.000,-

f. Biaya tak terduga 10% Rp. 3.213.800,-

Total Modal Usaha Tani Rp. 35.351.710,-

2) Pendapatan

a. Nilai penjualan ternak100 x 95% x Rp.400.000,- Rp. 38.000.000,-

b. Nilai penjualan pupuk kandang Rp 250.000,-

Total Pendapatan (II) Rp. 38.250.000,-

c) Keuntungan usaha : (II - I) Rp. 2.898.290,-

4) Parameter kelayakn usaha

Total Pendapatan

a. B/C Ratio =  = 1,08

Total biaya produksi

 

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis

11.              DAFTAR PUSTAKA

 

a) Bambang agus murtidjo. 1993. Memelihara Domba, PenerbitKanisius, Yogyakarta.

b) Bambang Cahyono. 1998. Beternak Domba dan Kambing, PenerbitKanisius, Yogyakarta.

c) Bambang Sugeng. 1990. Beternak Domba. Penebar Swadaya, Jakarta,

d) Joko santoso dkk. 1991. Pengembangan Ternak Potong di Pedesaan (Prosiding),Fakultas Peternakan UNSOED. Purwokerto.

e) Warta pertanian No. 125/Th.X/1993, Peternakan, Jakarta, 1993.

 

12.              KONTAK HUBUNGAN

 

1) Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.SundaKelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

2) Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi BidangPendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl.M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +6221 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id Jakarta,Maret 2000 Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas Editor: Kemal Prihatman

 

BUDIDAYA KAMBING

Posted by titus on October 8, 2013 at 11:00 PM Comments comments (0)

Ternak kambing sudahlama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atautabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi  (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya)relatif mudah. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternakkambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

 

BIBIT

Pemilihan bibit harusdisesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah.

(misalnya: kambingkacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secaraumum ciri bibit yang baik adalah:

berbadan sehat, tidakcacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. 

 

Ciri untuk calon induk :

1)      Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pingganglurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.

2)      Jinak dan sorot matanya ramah.

3)      Kaki lurus dan tumit tinggi.

4)      Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atasdan bawah rata.

5)      Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yangmuda.

6)      Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

 

Ciri untuk calon pejantan :

1)      Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar danlebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido(nafsu kawin) tinggi.

2)      Kaki lurus dan kuat.

3)      Dari keturunan kembar.

4)      Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

 

PAKAN KAMBING

 

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisiternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin danmineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudahdiperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenisrumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkilkelapa, vitamin dan mineral).

 

Cara pemberiannya :

Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dariberat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari,dan garam berjodium secukupnya.

Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantanyang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubursebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.

 

Kandang Kambing

 

Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :

Kandang beranak          : 120 cm x 120 cm/ekor

Kandang induk             :100 cm x 125 cm /ekor

Kandang anak              :100 cm x 125 cm /ekor

Kandang pejantan        : 110 cm x 125 cm /ekor

Kandang dara/dewasa   : 100 cm x 125 cm /ekor

 

Hal-hal yang perludiperhatikan :

-     Lokasi kandang terpisah dari rumah.

-     Kerangka kandang kuat menahan beban.

-     Ada ventilasi, tempat pakan, tempat pelayuan hjauan, penampungankotoran.

-     Tidak terkena terpaan angin langsung.

-     Usahakan sinar matahari pagi masuk.

-     Lantai kandang dapat dilewati kotoran (ada celah lubang ± 1 jari).

 

Pengelolaan reproduksi

 

Diusahakan agar kambingbisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun. Hal-hal yang harus diperhatikanadalah :

a.      Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dansebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapai 55 -60 kg.

b.      Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21hari.

c.     Tanda-tanda birahi :gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing,kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki.

d.    Ratio jantan dan betina= 1 : 10

Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah:

·         Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).

·         Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

 

Penyakit Kambing(Scabies)

 

 

Penyebab       :    parasit kulit (kutu dan tungau)

Gejala            :    kulit berkerak, kaku, tebal, bulu rontok,menggesekkan bagian tubuh yang sakit

Pencegahan    :    kebersihandijaga, pisahkan ternak yang sakit, sucihama kandang dengan kapur/deterjen.

Penanganan Medis    :disuntik invomex (rekomendasi petugas setempat/sesuai dosis)

Alternatifpengobatan:campuran oli bekas dan belerang (60%:25%) digosokkan pada bagianyang sakit 3 hari sekali. (kambing dimandikan dulu)

 (diolah dari berbagaisumber)


Sistem Tiga Strata

Sistem Tiga Strata (STS)        adalah tata cara penanaman dan pemangkasan rumput, leguminosa(polong-polongan), semak dan pohon sehingga hijauan pakan ternak dapat tersediasepanjang tahun. Tiga strata berarti ada tiga strata (tiga tingkatan) yang“terlibat” dalam sistem itu .

Strata III

adalah jajaran pepohonan yang daunnya dapat diandalkan pada musim kering, ketika rumput sudah mengering dan semak – semak tidak mencukupi lagi. Pasokan hijauan dari pepohonan ini diharapkan dapat diandalkan sampai musim hujan tiba.

Strata II

adalah tanaman semak – semak yang dapat dipanen pada pertengahan musim kering. Pada saat ini produksi rumput dan leguminosa mulai berkurang.

Strata I

adalah hijauan pakan ternak berupa rumput dan leguminosa yang dapat dipanen di musim hujan.

 


 

PEMELIHARAAN SAPI

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:55 PM Comments comments (0)

Keberhasilan pemeliharaansapi sangat tergantung pada kualitas sapi bakalan. Memilih sapi bakalan untukindukan berbeda dengan memilih sapi untuk sapi potong. Untuk dapat memilih sapibakalan yang baik memerlukan ketrampilan dan pengalaman.

Ciri-ciri sapi bakalan untukindukan yang baik :

Ø  Bokong simetris, ambing simetris berputingdua

Ø  Kaki kekar dan kuat

Ø  Bulu mengkilat dan kulit lentur bila dicubit

Ø  Pinggul lebar, mata cerah, dadadalam dan lebar

Ø  Pakan ( Ransum )

Pemeliharaan sapi indukan mencakup Pakan (ransum) baik Hijauan Makanan Ternak (HMT) dankonsentrat yang cukup. Untuk hijauan makanan ternak dalam satu harinya memerlukan10 % dari berat badan sapi yang diberikan pagi dan sore dengan waktu yang sudah ditentukan. Hijauan makanan ternak bisa di ganti dengan jerami fermentasi yangtelah di tingkatkan kandungan gizinya. Sedangkan kebutuhan konsentrat untuksatu hari di perlukan 1-2 % dari bobot sapi yang di berikan satu sampai dua jamsebelum di beri hijauan makanan ternak. Konsentrat ini bisa dibuat sendiri daribahan baku berupa limbah hasil pertanian yang terdiri dari kulit kopifermentasi, janggel jagung fermentasi, katul, onggok, bungkil kopra dan bahan lainyayang ada di sekitarnya.

 

Ø  Minum

Air atau minuman padaternak sapi sangat di perlukan. Air minum harus selalu tersedia sepanjang harisehingga sewaktu-waktu sapi memerlukan ada. Untuk menjaga kesehatan sapi perludi beri nutrisi yaitu VIT-TOP 20 cc per hari. VIT-TOP dapat di buat sendirioleh peternak dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkunganya.

 

Reprodruksi( Perkembangbiakan )

Memelihara sapi untukdihasilkan anakanya dalam peternakan di kenal istilah Pengembangan Bibit Sapisecara swadaya di masyarakat. Dalam peternakan dikenal istilah dewasa kelamindan dewasa tubuh. Dewasa kelamin adalah suatu keadaan dimana alat reproduksi/alat kelamin ternak mulai berfungsi, walaupun kondisi tubuh belum siap buntingatau melahirkan. Sedangkan dewasa tubuh adalah keadaan sapi yang siap buntingdan melahirkan. Sapi betina mencapai tahap dewasa kelamin pada umur 9 bulan danmencapai dewasa tubuh pada umur 15 bulan. Pada umur 18-22 bulan sapi betinasiap dikawinkan dan akan melahirkan keturunan pertamanya pada umur 2,5-3 tahun.Sedangkan sapi jantan mulai dewasa kelamin pada umur 6-12 bulan dan siap dikawinkan setelah umur 15 bulan.

 

Dalam perkawinan sapiyang harus di perhatikan adalah tanda-tanda birahi, lamanya masa birahi,tanda-tanda sapi bunting dan cara mengawinkanya. Sapi birahi dapat diketahuitanda-tandaya dari perilaku dan perubahan fisik alat kelaminya. Sapi yangsedang birahi selalu gelisah, ribut, sering melenguh, berupaya menaiki sapilain terkadang nafsu makanya menurun, alat kelamin sapi birahi biasanyamembengkak kemerah-merahan dan bila di pegang terasa hangat ( A3 ). Masa birahiberlangsung selama kurang lebih 36 jam dan berulang 17-24 hari sekali ataurata-rata 21 hari sekali

 

Dalam mengawinkan sapidapat dilakukan dengan dua cara, perkawinan secara alami dengan memanfaatkansapi jantan dan perkawinan buatan yaitu dengan perlakuan  Inseminasi Buatan (IB) dilakukan denganmemasukan semen/ air mani sapi jantan ke dalam saluran reproduksi sapi betinadengan bantuan alat dan hanya di lakukan petugas Inseminator. Saat terbaikmengawinkan sapi adalah pada pertengahan masa birahi sekitar 15–20 jam sejaksapi menunjukan tanda-tanda birahi. Bila masa birahi pagi hari sapi dikawinkandiatas jam 12.00.

 

Apabila sapi yangtelah di kawinkan masih terlihat tanda-tanda birahi pada periode berikutnyamaka harus dikawinkan lagi. Sapi yang telah tiga kali di kawinkan dalam tigakali periode masa birahi secara berturut-turut tidak bunting maka harus dicurigai kemungkinan sapi mandul. Sapi yang bunting dapat dilihat dari perubahanfisik, khususnya bagian perut dan perilakunya. Sapi yang bunting rongga perut sebelah kanan lebihbesar dan badannya lebih berat. Perkembangan ini lebih cepat pada sapi yangbaru pertama kali bunting. Perilaku sapi menjadi tenang setelah melaluipertengahan masa kebuntingan dan setelah melahirkan anaknya. Lama kebuntingansapi adalah 280-285 hari.

 

Pemeliharaan anakan Sapi

Setelah umur kebuntinganmemasuki 280 hari masuklah pada proses kelahiran dengan tanda-tanda sapigelisah dan dari alat kelaminya keluar lendir putih dan biasanya kaki depan diikuti kepala akan keluar lebih dahulu dan diikuti keluarnya semua bagian tubuhdari pedet (anakan sapi) proses ini secara normal. Apabila terjadi kelainandiantaranya sung-sang dan kondisi induk kurang sehat perlu mendapatkan bantuandari petugas/ mantri ternak untuk mendapatkan pertolongan persalinan.

 

Pemeliharaan pedet secaraalami adalah pemeliharaan dengan cara membiarkan pedet bersama-sama induknyamenyusu sekehendak pedet tanpa ada pembatasan. Pedet bersama induknya sampai disapih yakni pada saat pedet tersebut berumur 6-9 bulan. Dengan pemeliharaanalami ini biasanya pedet tumbuh lebih kuat dan cepat daripada dengan cara lain.

 

Pemeliharaan buatan adalahcara yang dilakukan oleh peternak dengan tidak menyusukan pada induknya,biasanya dilakukan pada sapi perah dengan cara pedet menerima kulustrum dariinduknya selam 3-4 hari sesudah itu pedet di beri jatah susu 3 liter 1-3 bulan.Pada umur 3 minggu sapi sudah di latih untuk di beri makanan penguat danhijauan. Penyapihan yang dilakukan secara dini kurang menguntungkan karenakondisi pedet belum kuat.

 

Setelah pedet disapih makaakan terjadi masa-masa birahi lagi pada induk sapi betina. Dan siklus ini akanberjalan sampai induk sapi melakukan proses kelahiran tujuh kali dan induk digemukan dan di jual.

 

Pengendalian penyakit

Pengendalian penyakit sapi yang paling baik adalah menjaga kesehatan sapi dengan tindakan pencegahan.Tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan sapi adalah menjaga kebersihankandang beserta peralatanya termasuk memandikan sapi. Sapi yang sakit di pisahkan dengan sapi yang sehatdan segera di lakukan pengobatan. Lantai kandang selalu kering, pemeriksaankesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai dengan petunjuk.

 

Beberapa penyakit sapi yang sering menyebabkan kematian adalah Anthraks, penyakit mulut dan kuku, penyakit radang kuku, penyakit ngorok.

 


 

PERKANDANGAN SAPI

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:55 PM Comments comments (0)

Kandang untuk pemeliharaansapi harus bersih dan tidak lembab, pembuatan kandang harus memperhatikanbeberapa persyaratan pokok yang meliputi konstruksi, letak, ukuran dan perlengkapankandang.

 

Ø  Konstruksi dan letak kandang

Konstruksi kandang sapiseperti rumah kayu, atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu atau keduasisinya miring, lantai kandang dibuat padat lebih tinggi daripada tanah disekelilingnya dan agak miring kearah selokan agar Urine sapi mudah mengalir kebak penampung Urine sehingga lantai kandang tetap kering.

Bahan konstruksi kandangterdiri dari kayu/ papan yang kuat, kandang sapi tidak boleh tertutup rapatagar sirkulasi udara bisa lancar. Pada prinsipnya ada dua jenis kandang yaitukandang komunal dengan dilengkapi bak penampung Urine dan lokasi pengolahanpupuk organik sehingga kualitas Urine dan Pupuk bisa di tingkatkan. Sedangkankandang tunggal yang biasa dilaksankan oleh petani masih sangat sederhana danmenyatu dengan rumah tinggal sehingga dari sisi kesehatan tidak mendukung baikternak itu sendiri maupun pemiliknya

Kandang lebih baik terpisahdari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapatmenembus pelataran kandang.

 

Ø  Ukuran kandang

Sebelum membuat kandangsebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk se-ekor sapi betinadewasa adalah 1,8 X 2 meter, sedangkan untuk se-ekor anak sapi cukup 1,5 x 1meter

 

Ø  Perlengkapan kandang

Termasuk dalam perlengkapan kandang adalahtempat pakan dan minum. Tempat pakan (gedhogan) di buat agak tinggi agar pakanyang di berikan tidak di injak-injak dan tercampur kotoran. Tempat air minumsebaiknya di buat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari padapermukaan lantai. Dengan demikian kotoran dan Urine tidak tercampur didalamnya. Perlengkapan lain yang perlu di sediakan adalah sapu, sikat, sekop,sabit serta air untuk memandikan sapi. Semua peralatan tersebut adalah untukmembersihkan kandang agar sapi terhindar dari gangguan penyakit karena kondisisapi dan kandang dalam keadaan bersih.

Mengenal jenis-jenis sapi

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:50 PM Comments comments (0)

Jenis sapi yang banyak dipelihara olehpetani peternak di Jawa Tengah adalah :

Ø  Sapi Ongole ( SO ) termasuk jenis sapi Zebu yang berpunuk besar dan berasal dariIndia, berat badannya bisa mencapai 450 Kg dengan prosentase Karkasnya mencapai44 %.

Ø  Sapi Brahman adalah sapi yang berasal dari India, berat badannya bisa mencapaidiatas 500 Kg dengan Prosentase Karkas mencapai 45 %. Warna bulu putihkeabu-abuan, bertanduk, mempunyai punuk besar dan gelambirnya lebar.

Ø  Sapi Brangus merupakan hasil persilangan antara sapi Brahman dengan Sapi AberdeenAngus. Bulunya hitam dan bertanduk kecil, sifatnya mirip sapi Brahman . Keistimewaanyatahan terhadap panas dan tidak menuntut jenis pakan tertentu.

Ø  Sapi Limosin merupakan sapi keturunan unggul dengan warna bulu kemerahan. Beratbadan bisa mencapai 500 Kg dan prosentase Karkasnya mencapai 45 %. Sangat cocokdikembangkan di Jawa Tengah.

Ø  Dan masih banyak jenis-jenis sapi yang berkembang di Jawa Tengah antara lain Simental, Sapi Madura, Sapi Bali. Dari jenis-jenis sapi tersebut mempunyai keunggulan pertumbuhanya cepat karena tidak terlalu selektif terhadap pakanyang diberikan serta mempunyai adaptasi dengan lingkungan yang lebih cepat.

 

HAMA & PENYAKIT TANAMAN CABAI

Posted by titus on October 8, 2013 at 10:45 PM Comments comments (0)


ULAT GRAYAK

Ciri-ciri :

·        Aktif pada malam hari

·        Kupu2nya agak gelap dengan garis agak putih padasayap depan.

·        Ada bentuk2 segitiga warna hitam dan garis kuningdisisinya.

Serangan :

·        Memakan daun dan buah dari bagian tepi hingga bagianatas dan bawah .

·        Daun dan buah cabai berlubang secara  tdk beraturan.

Pengendalian :

1.       Mekanis, mengumpulkan telur dan ulatnya kemudiandibunuh.

2.       Kulturteknis, menjaga kebersihan kebun dari gulmadan sisa2 tanaman yang menjadi tempat persembunyian, merotasi tanaman.

3.       Kimiawi, memasang perangkat kupu2 jantan(petrogenol) di luar lahan, dan menyemprot insektisida.

KUTU DAUN (APHID)

Serangan :

·        Menghisap cairan daun, pucuk, tangkai bunga, ataubagian tanaman lain.

·        Daun2 melengkung, keriting, belang kekuningansehingga akhirnya rontok.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, menanam tanaman perangkap disekeliling kebun. Contohnya : jagung.

2.       Kimiawi, semprotan insektisida effektif danselektif.

SERANGGA (THRIPS)

Serangan :

·        Terjadi serangan pada musim kemarau.

·        Ada strip2 pada daun dan warna keperakan.

·        Serangan berat-daun menjadi kering dan bunga cabeberguguran.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, melakukan pergiliran tanaman.

2.       Mekanis, memasang perangkap hama.

3.       Kimiawi, penyemprotan insektisida.

LALAT BUAH

Ciri2:

·        Warna coklat tua ±0.5 cm

·        Meletakkan telur di dalam buah cabe.

Serangan :

·        Telur menetas di dalamm buah dan merusak cabe.

·        Buah jadi bercak2 bulat, membusuk dan berlubangkecil.

Pengendalian :

1.       Kulturteknis, pergiliran tanaman yang bukan inanglalat buah.

2.       Mekanis, mengumpulkan cabe yang terserang dandibakar.

3.       Kimiawi, pasang perangkat  beracun seperti metil eugenol.

TUNGAU KUNING

Ciri2:

·        Ukuran ±1 mm, mirip laba-laba .

·        Aktif pada siang hari.

Serangan :

·        Menghisap cairan sel daun,dan pucuk tanaman.

·        Serangan berat, cabe tumbuh tidak normal dan dunnyakeriting

Pengendalian :

·        Kimiawi, semprot dengan insektisida akarisida.

 

VIRUSKUNING GEMINI

Serangan :

·        Gejala penyakit virus kuning, mozaik hijau kloris,yang parah kuning mozaik atau kuning cerah dengan daun cekung dan pertumbuhan terhambat.

·        Disebabkanoleh virus Gemini dengan masa inkubasi 7-16 hari, sehingga pertanaman daribibit terlihat sehat, namun beberapa hari setelah ditanam memperlihatkan gejalaserangan.

·        Tanamaninang : babadotan, ceplukan, kecubung, tomat, terong, kedelai, kacang panjang.

·        Ditularkanoleh vector serangga kutu kebul.

Pengendalian :

Pengendalian penyakit  kuningsecara serempak di satu hamparan wilayah lahan cabai yang luas adalah ideal,namun apabila tidak memungkinkan maka pengendalian secara perbaikan teknis budidayaberikut bias dilakukan, namun dasar dari pengendalian penyakit kuning Geminiadalah mencegah bukan mengobati.

1.       Mengisolasitanaman di persemaian agar verktor tidak bisa hinggap dan makan cabe mudadengan menutup persemaian dengan kasa nilon, katun ukuran 50 mesh/cm2.

2.       Menghilangkandan memperkecil sumber infeksi dengan membersihkan lahan dari gulma yangmenjadi inang virus penyakit kuning.

3.       Tutupbedengan dengan mulsa plastic perak, karena pantulan matahari dapat menjatuhkanserangga dan dapat menekan pertumbuhan gulma.

4.       Menanam rapat jagung 5-6 baris 2 minggu sebelum tanam sebagai penghalang thrips dan vector penyakit lain masuk ke tanaman.

5.       Tanam kenikir 1-2 baris di antara jagung dan cabe sebagai inang alternative jikavector  lolos dari jagung.

6.       Memasang perangkap kuning 40 lbr/ha untuk meengurangi vector yang lolos dari pagar jagung dan kenikir.

7.       Pelepasan predator Monochillus sexmaculatus 1ekor /ha sebagai pemangsa alami kutu kebul bemisia

8.       Monitoring tanaman cabe sejak awal dan memusnahkan tanaman yang kuning sedini mungkinsampai umur 40-50 hari supaya tidak menular.

9.       Penyemprotan bubur klorin seminggu sekali untuk menjadikan tanaman berserat keras dan kutukebul tidak tahan bau bubur klorin dan mati.

 

 

 

 


Rss_feed