BELANTIK

GreenWave

Artikel

MENGENAL JABON (Anthocephalus cadamba)

Posted by titus on January 11, 2010 at 6:18 AM

Jabon (Anthocephalus cadamba Miq)

Nama perdagangan : Jabon, Hanja, Kelampayan

Nama botanis : Anthocephalus cadamba Miq.

Sinonim : Anthocephalus chinensis Rich.

Family : Rubiaceae


 

 

Sebaran tumbuhnya : Sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Timur, seluruh Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Irian Jaya. Tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan kurang dari 1920mm/tahun. Tumbuh pada tanah ringan, berdrainase baik. Toleran terhadap tanah asam dan berdrainase jelek tetapi bukan pada tanah tererosi.


 

 

Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander)  yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun (sejak benih disemai) tingginya dapat mencapai 9 m dengan diameter 11 cm. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 m dengan diameter lebih dari 100 cm. Bentuk tajuk seperti payung dengan sistem percabangan melingkar. Daunnya tidak lebat. Batang lurus silindris dan tidak berbanir. Kayunya berwarna putih krem sampai sawo kemerah-merahan, mudah diolah, lunak dan ringan. Jabon berbuah setahun sekali. Musim berbunganya pada bulan Januari-Juni dan buah masak pada bulan Juli-Agustus dengan jumlah buah majemuk per kg 33 buah.


 

 

Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis,karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:

- diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th

- Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun

- Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus

- Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

 

Buahdikumpulkan dengan cara memanjat dan memetiknya dari pohon. Buah masakdicirikan oleh warnanya yang berubah dari hijau menjadi coklat muda dandaging buahnya telah lunak. Pohon mulai berbuah pada umur 5 tahun dan perkiraan produksi buah rata-rata per pohon berjumlah 45 buah


 

 

Ekstraksi benih dilakukan dengan metode basah. Buah yang sudah masak dimasukkan ke dalam karung dan diperam selama 1 minggu. Pemberian air terhadap benih yang diperam dilakukan setiap hari sehingga terjadi fermentasi/pembusukan. Setelah diperam, buah diremas-remas/dicabik hingga menjadi lapis-lapis kecil lalu dimasukkan kedalam bak berisi air. Benih yang masih bercampur lendir yang terdapat didalam bak di saring sebanyak 3 kali lalu diremas-remas. Air yang terdapat dalam gumpalan benih bercampur lendir selama 2 jam, kemudian dimasukkan kedalam kain blacu dan diperas. Sebelum disaring, dilakukan penjemurandisertai dengan terus menggaru untuk melepaskan lendirnya. Apabila sudah kering lendir akan menjadi debu. Benih dan kotorannya kemudian disaring dengan cara lolos saringan 420 mikron (35 mesh) tertahan pada ukuran saringan 250 mikron (60 mesh) untuk mendapatkan benih yang memiliki Sifat fisik dan fisiologik yang baik.

 

 

 

Sebelum ditabur, benih dicampur dengan pasir yang halus sekali, untuk 2 gram benih cukup 100 gram pasir. Benih ditaburkan diatas bendengan petaburan harus ditutup oleh atap naungan. Perumputan dilakukan dengan jalan  pengguntingan. Penyulaman dilakukan pagi hari jam 6.00 sampai dengan 8.00 dan sore dari jam 16.00 sampai dengan 18.00 dengan penyiraman digunakan sprayer dengan butiran air halus (kabut) atau dengan caramencelupkan bendengan kedalam air. Perumputan pada bendeng penyapihan dilakukan dengan penyabutan. Bibit harus dijaga dari ganguan hama.

 

 

 

Pencegahan Hama : Pencegahan terhadap benih apabila terserang penyakit (jamur) dan penyakit adalah dengan memberikan fungisida seperti Dithane M-45(2gram/1 liter air)


 

 

Persemaian : Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm. Media bibit adalah campuran pasir + tanah+ kompos daun(1:3:1). Pemupukan dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (0.05-2 gram/1liter air). Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai bibit siap tanam pada umur 2 bulan. Dalam persemaian diperlukan naungan 40% atau 65%.


 

 

Tahapan Penanaman Jabon

PersiapanLahan    

Dalam pengolahan lahan kegiatan pertama yang dilakukan yaitu pembersihan (Land Clearing ) dari tumbuhan lain. Kemudian dilanjutkan dengan pengolahan lahan baik secara manual, semimekanis atau mekanis sesuai kondisi lahan serta pertimbangan ekonomis. Lahan tanaman yang telah diolah dibuat lubang dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. setiap lubang tanam diberi pupuk dasar yaitu pupuk kandang dan NPK secukupnya. Pupuk dasar diaduk merata dalam lubang tanaman. Penanaman bibit sebaiknya pada musim penghujan. Sebelum ditanam bibit tanaman dikeluarkan dari polybag dengan hati-hati dengan cara merobek polybag agar media tidak pecah dan akarnya tidak putus kemudian ditanam dilubang dan ditimbun dengan tanah galian bagian atas dan tanah bagian bawah, padatkan dan ratakan dengan permukaan lahan. 

   

 

 

Pemeliharaan    

Secara fisiologis tanaman jabon yang baru ditanam akan melakukan proses adaptasi dan aklimatisasi dengan lingkungan areal pertanaman. Setelah tanaman berumur 1 – 2 bulan dilakukan penyulaman tanaman yang mati atau bibit yang pertumbuhannya tidak baik. Penyiangan perlu dilakukan denganmembersihkan gulma dari sekitar tanaman minimal radius 2 meter. 


 

 

Pemupukan    

Penerapan pemupukan tanaman kehutanan jarang dilakukan dalam skala usaha karena secara teknis kebutuhan unsur hara dapat dipenuhi dari serasah yang terdekomposisi secara alami. Namun dari hasil evaluasi lapangan, tanaman jabon yang pertumbuhannya kurang optimal dan teridentifikasi menunjukan tanda tanda defisiensi unsur hara perlu diberi perlakuan pemupukan. Jenis dan dosis pupuk disesuaikan dengan umur tanaman sehingga pada akhir daur produksi diperoleh tanaman jabon yang tumbuh seragam. Pemberian pupuk ( jenis dan dosisnya ) akan lebih sesuai bila sebelumnya dilakukan analisis tanah.

 

 

Karena jenis kayunya yang berwarna putih kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

 

 

Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Perkiraan dalam 4 – 5 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5 tahun sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha.  Prediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp 1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Saat ini harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp700.000; umur 5 tahun, Rp800.000.

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments

My status